KALIMANTAN TIMUR — Juru taktik berlisensi AFC itu menggelar sesi pertama bersama pemain Persija yang sudah bergabung. Dalam pernyataannya setelah latihan, Shin menegaskan bahwa pramusim ini akan difokuskan pada pembenahan kondisi fisik sebelum masuk ke materi taktik.
"Pada pramusim kali ini kami akan fokus ke fisik, salah satunya. Jadi ada latihan fisik dasar dan setelah itu akan ke taktik untuk di kompetisi," kata Shin di Sawangan, Selasa (14/7).
Shin tidak langsung memberikan beban latihan berat di hari pertama. Ia memilih pendekatan bertahap dengan tetap menyapa satu per satu pemain. "Karena ini latihan perdana jadi intensitas pasti tidak tinggi. Karena ini harus membuat penguatan yang baik dan bertahap dengan menyapa para pemain," ucapnya.
Eks pelatih Timnas Indonesia itu juga menekankan pentingnya kedisiplinan dalam sistem permainan. "Pastinya, dalam sepak bola sebagai olahraga yang sangat keras, jadi perlu ada [budaya] kedisiplinan dan sistem yang baik pula," ujarnya.
Latihan perdana Persija belum dihuni skuad lengkap. Shin mengakui masih menunggu pemain-pemain yang tengah menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia. Rizky Ridho, Dony Try, Shayne Pattynama, Mauro Zijlstra, dan Jordi Amat menjadi deretan nama yang belum hadir.
"Kondisi pemain kelihatannya baik. Memang ada beberapa pemain yang [mengikuti pemusatan latihan] di Timnas [Indonesia], jadi belum semuanya ada di klub," kata Shin. "Jadi saya harus menunggu pemain-pemain dari Timnas dan pemain baru, tapi pemain yang ada di latihan hari ini semuanya dalam kondisi baik."
Dua pemain yang pernah ditangani Shin Tae Yong di Timnas Indonesia, Witan Sulaeman dan Pratama Arhan, sudah terlihat mengikuti latihan perdana Persija. Kehadiran mereka menjadi modal awal bagi Shin untuk mulai meramu skuad.
Shin kini harus bekerja dengan pemain yang tersedia sambil menanti kembalinya para pemain Timnas. Program pramusim Persija akan terus berjalan dengan target membangun fisik dan disiplin sebelum kompetisi Super League 2026/2027 dimulai.