Hadapi El Nino hingga Akhir 2026, Pemkab Kutim Siapkan Mitigasi Air Bersih dan Pangan untuk Warga

Penulis: Jauhari Lubis  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 20:44:01 WIB
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memimpin rapat mitigasi menghadapi dampak El Nino yang diprediksi mencapai puncak pada akhir 2026 di Kantor Bupati Kutim, Senin (13/7/2026).

SANGATTA — Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menginstruksikan jajarannya untuk tidak hanya bergantung pada satu sumber air. Ia meminta PDAM dan instansi terkait segera menyusun langkah mitigasi dengan memanfaatkan seluruh sumber air yang tersedia, termasuk embung dan sumber alternatif lain, sebelum puncak kemarau tiba.

Potensi Debit Sungai Menurun, Embung Jadi Andalan

Penurunan debit sejumlah sungai menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah telah mengantisipasi hal ini dengan menyiapkan embung dan sumber air alternatif agar kebutuhan masyarakat, baik untuk air bersih maupun irigasi pertanian, tetap terpenuhi.

"Seluruh perangkat daerah telah melakukan langkah mitigasi sejak dini dalam menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diprediksi mencapai puncaknya pada akhir 2026," ujar Bupati Ardiansyah di Sangatta, Rabu.

Pola Tanam Disesuaikan, Petani Dapat Strategi Baru

Di sektor pertanian, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan bersama Dinas Ketahanan Pangan telah menyusun strategi khusus. Penyesuaian pola tanam menjadi kunci agar produksi pangan tetap terjaga meski di tengah keterbatasan air.

Instruksi ini disampaikan Bupati saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Bupati Kutim, Senin (13/7/2026).

Jalur Distribusi Pangan Diperkuat, Kerja Sama dengan Daerah Penghasil

Bupati juga menekankan pentingnya kelancaran perdagangan kebutuhan pokok. Pemerintah daerah akan memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil komoditas strategis untuk menjamin pasokan jika suatu saat terjadi gangguan distribusi akibat El Nino.

Warga Diimbau Manfaatkan Pekarangan untuk Tanam Cabai dan Sayur

Langkah lain yang digencarkan adalah gerakan menanam tanaman pangan di lingkungan masing-masing. Bupati mengingatkan camat, kepala desa, dan lurah untuk menggalakkan program ketahanan pangan keluarga.

"Lahan di pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk menanam cabai, tomat, kangkung, bayam maupun sayuran lain, baik melalui media tanah maupun sistem hidroponik, akuaponik, dan lainnya, sehingga tidak harus belanja ke pasar. Hal ini juga bisa menahan inflasi," jelasnya.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top