BONTANG — Kota Bontang yang dikenal sebagai kawasan industri menghadapi persoalan klasik: lulusan sekolah dan perguruan tinggi yang belum siap kerja. Menanggapi hal itu, Komisi A DPRD Kota Bontang mendorong agar job fair yang selama ini hanya menjadi ajang rekrutmen diubah menjadi wadah pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal.
Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, mengatakan pihaknya telah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah perusahaan. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa pelajar dan mahasiswa kerap mengeluhkan sulitnya memperoleh tempat magang atau PKL.
"Kami mengingatkan perusahaan bahwa tanggung jawab mereka bukan hanya membuka lowongan pekerjaan, tetapi juga memberikan kesempatan magang dan PKL bagi pelajar maupun mahasiswa," ujar Heri, Selasa (14/7/2026).
Menurut politisi Partai Gerindra itu, pengalaman di dunia kerja menjadi bekal penting sebelum generasi muda benar-benar memasuki industri. Ia menilai konsep job fair perlu diperluas agar tidak sekadar mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.
Heri mengusulkan agar perusahaan membuka layanan pendaftaran magang, PKL, dan memberikan informasi mengenai program sertifikasi kompetensi. Sertifikasi ini dinilai dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di tengah persaingan industri.
"Job fair jangan hanya dipahami sebagai ajang mencari karyawan. Kegiatan ini juga harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengetahui peluang magang, PKL, hingga sertifikasi. Kalau itu berjalan, kualitas tenaga kerja lokal akan semakin siap memenuhi kebutuhan industri," kata Heri.
Sebagai kota industri, Bontang memiliki potensi besar menjadi tempat pembelajaran bagi generasi muda. Namun, hingga kini masih banyak pelajar dan mahasiswa yang mengaku kesulitan memperoleh lokasi magang maupun PKL. Kondisi ini menjadi ironi mengingat puluhan perusahaan besar beroperasi di kota tersebut.
Heri menambahkan, sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha perlu terus diperkuat. Menurutnya, lulusan sekolah maupun perguruan tinggi harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
"Semakin banyak kesempatan magang, pelatihan, dan sertifikasi yang diberikan kepada generasi muda, maka semakin besar pula peluang tenaga kerja lokal mampu bersaing dan terserap di sektor industri yang berkembang di Kota Bontang," pungkasnya.
Ia menekankan bahwa kolaborasi yang baik antara pemerintah, dunia pendidikan, dan perusahaan menjadi syarat mutlak untuk menciptakan SDM lokal yang kompeten dan siap kerja. DPRD berencana mendorong kebijakan ini dalam pembahasan anggaran dan program kerja sama dengan perusahaan di Bontang.