KALIMANTAN TIMUR — Laga ini bukan sekadar perebutan tiket final. Ini panggung pembuktian antara pemain tertua dan termuda di skuad masing-masing. Messi, yang kini berusia 39 tahun, masih menjadi mesin gol utama Argentina dengan torehan delapan gol dan dua assist sejak fase grup.
Delapan gol Messi menyamai Kylian Mbappe di puncak daftar pencetak gol terbanyak turnamen. Laga melawan Inggris menjadi peluang emas bagi La Pulga untuk memperkokoh posisinya dalam perburuan Sepatu Emas.
Di kubu lawan, Jude Bellingham tak kalah tajam. Gelandang berusia 23 tahun itu sudah mencetak enam gol untuk The Three Lions, menyamai catatan Harry Kane sebagai top skor tim. Kemampuan finishing Bellingham menjadi senjata berbahaya meski ia beroperasi sebagai motor serangan.
Pertandingan diprediksi berjalan sengit karena kedua tim mengandalkan kolektivitas. Namun, gerak-gerik individu Messi dan Bellingham dipastikan menjadi tontonan utama. Bellingham unggul dalam kecepatan dan fisik, sementara Messi mengandalkan pengalaman serta visi bermain yang sulit ditandingi pemain mana pun.
Argentina datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah Messi konsisten mencetak gol di setiap babak. Inggris memiliki distribusi gol yang lebih merata, tetapi ketergantungan pada Bellingham dan Kane di lini depan cukup terlihat.
Laga semifinal digelar di Atlanta, AS, pada Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB. Pemenang laga ini akan menantang Spanyol yang sudah lebih dulu mengamankan tempat di partai puncak. Bagi Messi, ini bisa menjadi kesempatan terakhir meraih gelar juara dunia kedua. Sementara bagi Bellingham, ini ajang membuktikan statusnya sebagai bintang Eropa masa kini yang siap memimpin Inggris ke tangga juara.