Pencarian

Kemenhub Gelar Latihan Darurat Terpadu di Bandara APT Pranoto Samarinda, Libatkan TNI-Polri hingga BMKG

Sabtu, 19 September 2026 • 15:02:01 WIB
Kemenhub Gelar Latihan Darurat Terpadu di Bandara APT Pranoto Samarinda, Libatkan TNI-Polri hingga BMKG

SAMARINDA — Kepala BLU Kantor UPBU Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, memimpin langsung jalannya latihan yang terbagi dalam dua agenda utama. Agenda pertama, Airport Emergency Exercise (AEE), dijalankan Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran bersama Komite Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara.

Agenda kedua, Airport Contingency Exercise (ACE), dilaksanakan Unit Aviation Security bersama seluruh Komite Keamanan Bandar Udara. Kedua simulasi berlangsung di kawasan Bandar Udara APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur.

Dua Skenario Latihan: AEE dan ACE

Pada AEE, petugas menguji kemampuan merespons insiden penerbangan sesuai standar operasional. Adapun ACE menitikberatkan pengujian kesiapan unsur keamanan menghadapi berbagai kondisi darurat di lingkungan bandara.

Setiap unsur diuji kemampuan menjalankan tugasnya, mulai dari komunikasi, koordinasi, pengambilan keputusan, hingga mobilisasi sumber daya. Mekanisme itu diperlukan agar seluruh pihak bisa menjalankan fungsi masing-masing secara terpadu selama situasi darurat berlangsung.

I Kadek menegaskan latihan menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan personel dan efektivitas prosedur penanganan keadaan darurat.

"Latihan ini tidak hanya untuk menguji kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga memastikan seluruh prosedur penanggulangan keadaan darurat dapat dilaksanakan. Secara cepat, tepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan," ujar I Kadek di Bandar Udara APT Pranoto Samarinda, Jumat, 18 September 2026.

Siapa Saja yang Terlibat?

Latihan ini melibatkan Ditjen Perhubungan Udara, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan Pemerintah Kota Samarinda. Unsur TNI dan Polri yang hadir mencakup Lanud Dhomber Balikpapan, Polresta Samarinda, dan Kodim 0901/Samarinda.

Instansi lain yang turut serta meliputi BIN, Imigrasi, Bea Cukai, Kekarantinaan, BMKG, AirNav Indonesia, serta sejumlah maskapai penerbangan. Keterlibatan lintas sektor ini dinilai penting karena penanganan keadaan darurat menuntut respons terpadu.

"Karena itu, melalui latihan bersama ini kami ingin memastikan setiap pihak memahami peran, tugas, dan tanggung jawabnya. Sehingga ketika terjadi kondisi darurat yang sebenarnya, respons dapat dilakukan secara terpadu dan efektif," katanya.

Evaluasi Observer Eksternal Jadi Bahan Perbaikan

Rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi oleh observer eksternal. Evaluasi itu mengukur efektivitas respons darurat yang telah diuji sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih butuh peningkatan.

"Hasil latihan ini akan menjadi bahan untuk melakukan penyempurnaan prosedur dan memperkuat koordinasi. Sehingga kesiapsiagaan bandar udara dalam menghadapi berbagai kondisi darurat dapat terus ditingkatkan," ucap I Kadek.

Pelaksanaan Full Scale Exercise ini menunjukkan sinergi berbagai instansi dalam memperkuat kesiapan menghadapi kondisi darurat. Latihan serupa diharapkan terus meningkatkan kesiapan personel dan penerapan prosedur operasional standar di Bandara APT Pranoto.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks