Ratusan warga Kota Bontang mendatangi Kantor UP3 PLN Bontang di Jalan MT Haryono, Kalimantan Timur, untuk memprotes pemadaman listrik bergilir yang berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Massa yang tergabung dalam Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) dan Forum Masyarakat Peduli Bontang menuntut pemadaman dihentikan paling lambat 1 Oktober serta meminta kompensasi atas kerugian yang timbul. Perwakilan warga akhirnya diterima manajemen PLN, namun hingga berita diturunkan belum ada keterangan resmi soal hasil pertemuan.
BONTANG — Ratusan warga Kota Bontang mendatangi Kantor UP3 PLN Bontang di Jalan MT Haryono untuk memprotes pemadaman listrik bergilir yang dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari. Aksi berlangsung sekitar satu jam dengan orasi di depan kantor, sebelum perwakilan massa diterima pihak manajemen PLN. Sebagian massa melempar telur busuk ke halaman kantor sebagai bentuk kekecewaan.
Massa aksi berasal dari dua kelompok, yakni Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) dan Forum Masyarakat Peduli Bontang. Keduanya menyampaikan sejumlah tuntutan terkait pemadaman yang telah berlangsung sekitar satu bulan.
Pemadaman Dinilai Lumpuhkan Usaha hingga Distribusi Air
Koordinator Lapangan Forum Masyarakat Peduli Bontang Taqiyuddin menyatakan pemadaman berulang tidak hanya mengganggu kegiatan usaha warga. Listrik yang mati dan menyala bergantian juga meningkatkan risiko kerusakan peralatan elektronik.
"Selama pemadaman ini, banyak kegiatan usaha warga yang terganggu. Jadi kami minta pemadaman listrik dihentikan paling lam 1 Oktober," kata Taqiyuddin.
Ketua PHM Udin Mulyono menambahkan dampak pemadaman dirasakan pada kegiatan belajar-mengajar di sekolah serta distribusi air bersih. Pompa listrik yang mati membuat aliran air ke rumah warga ikut terputus.
"Distribusi air bersih, bergantung pada pompa listrik. Ketika pasokan listrik terputus, aliran air ke rumah warga ikut terganggu," kata Udin menegaskan.
Dua Tuntutan Utama: Hentikan Pemadaman dan Bayar Kompensasi
Selain meminta pemadaman dihentikan paling lambat 1 Oktober, warga menuntut PLN memberikan kompensasi atas kerugian yang muncul selama pemadaman bergilir berlangsung. Tuntutan disampaikan melalui orasi di depan kantor UP3 PLN Bontang.
Setelah sekitar satu jam berorasi, perwakilan massa diterima untuk bertemu manajemen PLN. Pertemuan membahas tuntutan warga dan upaya mencari penyelesaian atas persoalan pemadaman listrik.
Wartawan tidak diperkenankan mengikuti pertemuan tersebut. Petugas kepolisian yang berjaga di lokasi meminta awak media menunggu di luar.
PLN Belum Beri Keterangan Resmi
Hingga berita diturunkan, manajemen PLN UP3 Bontang belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pertemuan maupun langkah penanganan pemadaman listrik yang dikeluhkan warga. Belum diketahui pula apakah PLN menyepakati tenggat 1 Oktober yang diminta massa aksi.