KALIMANTAN TIMUR — Mobileye, pemasok utama teknologi chip pengemudi otonom, mengumumkan perubahan kepemimpinan puncak. Amnon Shashua, sang pendiri sekaligus CEO, memutuskan untuk mundur dari posisi hariannya. Berdasarkan pengajuan regulasi pada Kamis (19/6), Shashua telah diundang untuk duduk sebagai Ketua Dewan Direksi.
Transisi kepemimpinan ini bukan berarti Shashua meninggalkan perusahaan. Ia justru akan fokus mengawal "Mobileye 3.0," fase bisnis berikutnya yang berpusat pada robotika dan AI otomotif. Fase ini mencakup dua proyek ambisius: layanan robotaxi dan robot humanoid.
Pada Januari lalu, Mobileye mengakuisisi Mentee Robotics, startup robot humanoid milik Shashua sendiri, dengan nilai mencapai 900 juta dolar AS (sekitar Rp 14,8 triliun). Akuisisi ini menjadi fondasi bagi lini bisnis robotika perusahaan. "Ini adalah bagian dari Mobileye 3.0," ujar Shashua saat itu.
Di luar robot humanoid, Mobileye juga berencana mengubah model bisnisnya. Perusahaan yang selama ini hanya menjadi pemasok chip dan sistem untuk pabrikan mobil, akan langsung terjun ke bisnis layanan transportasi. Mobileye mengumumkan akan meluncurkan layanan robotaxi di sebuah kota di Amerika Serikat pada 2027.
Langkah ini menunjukkan pergeseran strategi yang signifikan. Sebelumnya, Mobileye sudah memasok sistem mengemudi otonom untuk Volkswagen dan anak perusahaannya, MOIA. Kini, mereka ingin mengoperasikan armada sendiri.
Perjalanan Mobileye dimulai dari riset akademis Shashua di Hebrew University, Israel, yang berfokus pada chip visi komputer. Perusahaan ini tumbuh menjadi pemasok utama chip untuk fitur keselamatan dan bantuan pengemudi (ADAS).
Mobileye sempat mencatatkan IPO terbesar dalam sejarah Israel pada 2017 sebelum diakuisisi Intel senilai 15,3 miliar dolar AS (sekitar Rp 252 triliun). Perusahaan kemudian dipisahkan kembali dan melantai di bursa publik pada 2022, meskipun Intel tetap menjadi pemegang saham terbesarnya.
Hingga saat ini, belum ada nama kandidat pengganti Shashua yang diumumkan secara resmi. Perusahaan memastikan proses pencarian CEO baru sedang berjalan dan Shashua akan tetap memimpin operasional harian sampai penggantinya resmi ditunjuk. Keputusan ini menjadi sinyal bahwa Mobileye serius bertransformasi dari sekadar pemasok komponen menjadi pemain utama di era kendaraan otonom dan robotika.