5 Pasar Tradisional Legendaris di Kalimantan Timur yang Masih Jadi Pilihan Warga Lokal

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 11:25:01 WIB
Pasar Pagi Samarinda dipadati pembeli sejak pukul lima pagi untuk mendapatkan bahan pokok segar dari pedagang grosir.

Samarinda, pagi buta. Di beberapa titik kota, suara pedagang mulai terdengar saat jam menunjukkan pukul empat. Mereka menata sayur, ikan, dan rempah di atas meja kayu. Ini bukan pemandangan baru bagi warga yang sudah puluhan tahun tinggal di Kalimantan Timur. Pasar tradisional di sini bukan sekadar tempat transaksi — ia adalah ruang sosial, pusat informasi harga komoditas, dan saksi bisu perputaran ekonomi lokal yang berlangsung lintas generasi.

Bagi perantau yang baru tiba di Kaltim, mengenal pasar-pasar ini adalah langkah pertama untuk memahami denyut kota. Bagi warga lokal, pasar-pasar ini adalah rumah kedua. Berikut lima pasar tradisional legendaris yang masih bertahan di tengah gempuran mal dan minimarket.

1. Pasar Pagi Samarinda — Pusat Grosir yang Tak Pernah Sepi

Terletak di pusat Kota Samarinda, tepatnya di kawasan Jalan Pangeran Antasari, Pasar Pagi Samarinda sudah beroperasi sejak era 1970-an. Pasar ini dikenal sebagai pusat grosir bahan pokok terbesar di ibu kota provinsi. Ikan air tawar dari Sungai Mahakam seperti patin dan gabus bisa ditemukan dalam jumlah besar setiap pagi.

Pedagang di sini mulai beraktivitas sejak pukul tiga dini hari. Mereka datang dari Muara Badak, Tenggarong, bahkan dari perbatasan Kalimantan Utara. Untuk pengalaman terbaik, datanglah antara pukul lima hingga tujuh pagi saat pasokan masih segar dan harga belum naik.

Tips praktis: bawa tas belanja sendiri dan siapkan uang tunai pecahan kecil. Sebagian besar transaksi di sini masih menggunakan uang fisik, dan pedagang jarang memiliki uang kembalian dalam jumlah besar untuk pecahan Rp100 ribu.

2. Pasar Kebun Sayur Balikpapan — Surga Sayuran di Kota Minyak

Di Balikpapan, Pasar Kebun Sayur yang berlokasi di Jalan Letjen S. Parman adalah tujuan utama bagi siapa pun yang mencari sayuran segar. Pasar ini mendapat pasokan langsung dari petani di dataran tinggi Batuah, Penajam Paser Utara, dan sebagian dari Sulawesi Selatan.

Keunikan pasar ini terletak pada jam operasionalnya yang dimulai sangat pagi — sekitar pukul empat — dan mulai sepi setelah pukul sembilan. Warga lokal yang terbiasa belanja di sini tahu bahwa harga paling murah justru didapatkan jika datang setelah pukul tujuh, saat pedagang mulai menurunkan harga untuk menghabiskan stok.

Bagi perantau yang baru pindah ke Balikpapan, pasar ini adalah tempat paling efisien untuk mengenal jenis-jenis sayuran lokal seperti daun melinjo, rebung, dan kemangi yang kualitasnya sulit ditandingi supermarket.

3. Pasar Kedondong Samarinda — Kuliner Tradisional dan Jajanan Pasar

Berbeda dengan Pasar Pagi yang fokus pada grosir, Pasar Kedondong di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Samarinda, lebih dikenal sebagai surga kuliner tradisional. Di sini, pengunjung bisa menemukan aneka jajanan pasar khas Kaltim seperti amplang, lempeng, dan bingka.

Pasar ini juga menjadi tempat favorit untuk mencari bahan baku masakan tradisional. Dari santan kelapa segar, gula aren asli, hingga daun pisang untuk pembungkus, semuanya tersedia. Warga lokal sering menyebut Pasar Kedondong sebagai "dapur" bagi para pedagang kaki lima dan rumah makan di Samarinda.

Tips: jangan lewatkan lapak-lapak kecil di bagian belakang pasar yang menjual kue tradisional buatan rumahan. Harganya lebih murah dan rasanya lebih otentik dibandingkan yang dijual di toko oleh-oleh.

4. Pasar Inpres Tanjung Redeb — Pusat Ekonomi di Berau

Di Kabupaten Berau, tepatnya di Kelurahan Bugis, Kecamatan Tanjung Redeb, Pasar Inpres menjadi pusat aktivitas ekonomi sejak pagi buta. Pasar ini melayani kebutuhan tidak hanya warga kota, tetapi juga masyarakat dari kecamatan-kecamatan sekitar seperti Sambaliung dan Teluk Bayur.

Produk unggulan di pasar ini adalah hasil laut — ikan kakap merah, udang, dan cumi-cumi yang langsung didaratkan dari nelayan pesisir Berau. Harganya jauh lebih murah dibandingkan di Samarinda atau Balikpapan karena rantai distribusinya lebih pendek.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer pasar tradisional Kalimantan yang masih asli, Pasar Inpres Tanjung Redeb adalah pilihan tepat. Di sini, transaksi tawar-menawar masih menjadi ritual wajib yang tidak boleh dilewatkan.

5. Pasar Segiri Samarinda — Alternatif Modern dengan Nuansa Tradisional

Pasar Segiri yang terletak di Jalan Segiri, Samarinda, adalah pasar tradisional yang sudah direvitalisasi pemerintah kota. Bangunannya lebih rapi, lantai keramik, dan tidak becek seperti pasar tradisional kebanyakan. Namun, semangat dagangnya tetap sama — tawar-menawar masih terjadi di setiap sudut.

Pasar ini dikenal sebagai tempat mencari ikan air tawar dan hasil sungai seperti udang galah dan kepiting bakau. Pedagang di lantai dasar mayoritas menjual bahan pokok, sementara lantai atas dipenuhi pakaian dan barang kebutuhan rumah tangga.

Keunggulan Pasar Segiri dibanding pasar lain di Samarinda adalah aksesnya yang mudah dijangkau kendaraan umum. Bagi perantau yang belum memiliki kendaraan pribadi, pasar ini menjadi pilihan paling praktis.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah pasar tradisional di Kalimantan Timur masih buka setiap hari?
Ya, sebagian besar pasar tradisional di Kaltim beroperasi setiap hari. Namun, volume pedagang dan barang biasanya paling ramai di akhir pekan, terutama hari Sabtu dan Minggu pagi.

Kapan waktu terbaik untuk belanja ke pasar tradisional di Kaltim?
Pukul lima hingga tujuh pagi adalah waktu paling ideal. Barang masih segar, pilihan masih lengkap, dan suhu udara masih sejuk. Setelah pukul sembilan, pasar mulai sepi dan banyak pedagang yang sudah tutup.

Apakah bisa menggunakan kartu debit atau QRIS di pasar tradisional Kaltim?
Beberapa pedagang di pasar yang sudah direvitalisasi seperti Pasar Segiri mulai menerima pembayaran digital. Namun, mayoritas pedagang di pasar legendaris masih mengandalkan uang tunai. Sebaiknya siapkan uang tunai dalam jumlah cukup sebelum berkunjung.

Bagaimana dengan kebersihan dan keamanan di pasar-pasar ini?
Pasar Segiri dan Pasar Pagi Samarinda memiliki petugas kebersihan yang rutin menyapu area pasar. Untuk keamanan, sebaiknya tidak membawa perhiasan mencolok atau dompet besar. Gunakan tas selempang kecil yang bisa diawasi langsung.

Apakah ada pasar tradisional di Kaltim yang buka 24 jam?
Tidak ada pasar tradisional di Kaltim yang beroperasi penuh 24 jam. Pasar Pagi Samarinda adalah yang paling awal buka, sekitar pukul tiga dini hari, dan mulai sepi setelah pukul sepuluh pagi.

Pasar tradisional di Kalimantan Timur bukan sekadar tempat belanja. Ia adalah cermin kehidupan sosial-ekonomi masyarakat yang terus beradaptasi tanpa kehilangan akar budaya. Bagi siapa pun yang ingin merasakan denyut asli Kaltim, lima pasar ini adalah titik awal yang tepat. Datanglah pagi-pagi, bawa uang tunai, dan jangan ragu untuk menawar — di sanalah percakapan dan cerita dimulai.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Back to top