BPDP dan PT Riset Perkebunan Nusantara Garap 46 UMKM Medan Jadi Motor Hilirisasi Pangan Sawit

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 12:07:31 WIB
Peserta workshop mengamati demonstrasi pengolahan minyak sawit menjadi produk pangan di Oil Palm Education Center PPKS, Medan.

KALIMANTAN TIMUR — Medan menjadi saksi komitmen baru dalam industri sawit nasional. BPDP dan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menggelar Workshop Pangan Sehat Berbasis Minyak Sawit pada 22-23 Juli 2026. Sebanyak 46 pelaku UMKM dari Kota Medan dan sekitarnya digembleng selama dua hari penuh.

Mereka tidak sekadar mendapat teori. Peserta dibekali cara memanfaatkan minyak sawit sebagai bahan baku pangan sehat, mulai dari pengembangan produk, urusan perizinan, strategi membangun merek, hingga pemasaran digital.

Dari Laboratorium ke Dapur UMKM

Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Winarna menegaskan potensi besar kelapa sawit untuk diolah menjadi produk pangan bernilai tambah tinggi. "Melalui workshop ini kami ingin memastikan bahwa hasil-hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diimplementasikan oleh masyarakat dan UMKM menjadi peluang usaha yang nyata," ujarnya dalam keterangan pers, Senin (27/7/2026).

Workshop yang didukung BPDP dan diselenggarakan PT RPN melalui PPKS ini menghadirkan peneliti, akademisi Universitas Sumatera Utara, praktisi bisnis, serta narasumber dari berbagai instansi. Mereka membahas peluang hilirisasi sawit dari sisi teknologi, inovasi, dan pengembangan pasar.

Produk Turunan Sawit yang Siap Dikomersialisasi

Peserta diperkenalkan pada berbagai produk turunan sawit yang bisa langsung diaplikasikan. Materi mencakup pemanfaatan minyak makan merah, margarin, shortening, dan cocoa butter substitute (CBS) sebagai bahan baku produk pangan.

Transfer teknologi tidak berhenti di ruang kelas. Para pelaku UMKM diajak mengunjungi Galeri Riset Sawit dan menyaksikan demonstrasi langsung di Oil Palm Education Center (OPEC) PPKS. Mereka melihat sendiri bagaimana minyak sawit padat dan minyak makan merah bisa diolah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi.

Inisiatif ini menjadi angin segar bagi UMKM pangan di Sumatera Utara. Dengan pendampingan dari BPDP dan RPN, mereka kini memiliki akses ke teknologi dan riset yang sebelumnya mungkin terasa jauh dari jangkauan. Hilirisasi sawit pun tidak lagi sekadar wacana di tingkat korporasi besar, tapi mulai merambah ke level usaha mikro dan kecil.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top