Pemkot Samarinda Dukung Cek Kesehatan Gratis untuk 1.263 Warga Binaan Rutan, Termasuk Skrining TB

Penulis: Fauzan Arifin  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 19:20:46 WIB
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menyatakan kesiapan pemkot mendukung pemeriksaan kesehatan gratis bagi 1.263 warga binaan di tiga UPT Pemasyarakatan Samarinda.

SAMARINDA — Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyatakan kesiapan pemkot untuk berkolaborasi dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut. Ia bahkan berencana turun langsung memantau jalannya kegiatan dan berdialog dengan para warga binaan di lokasi.

"Kami berharap masyarakat, termasuk saudara-saudara yang berada di Rutan maupun Lapas, tetap terjaga kesehatannya. Jika ada hal-hal strategis yang perlu disinergikan dengan Pemerintah Kota Samarinda, kami tentu siap mendukung penuh," ujar Saefuddin saat menerima audiensi jajaran Rutan Kelas I Samarinda, Selasa.

Kolaborasi Tiga UPT Pemasyarakatan

Kepala Rutan Kelas I Samarinda, Rachmad Tri Raharjo, menjelaskan bahwa program CKG merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Kesehatan dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap di tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Samarinda.

Ketiga UPT tersebut meliputi Rutan Kelas I Samarinda, Lapas Kelas IIA Samarinda, dan Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda. Saat ini, Rutan Kelas I Samarinda sendiri dihuni oleh 698 narapidana dan 565 tahanan, sehingga total warga binaan yang akan diperiksa mencapai 1.263 orang.

Skrining TB dan Target 239 Lokus Hingga 2026

Program ini tidak sekadar pemeriksaan kesehatan dasar. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Nata Siswanto, menerangkan bahwa layanan tersebut mengintegrasikan skrining tuberkulosis (TB) secara intensif. Integrasi ini dinilai penting mengingat risiko penularan penyakit di lingkungan hunian padat seperti rutan dan lapas.

Di wilayah Kota Samarinda, program nasional ini ditargetkan menjangkau 239 lokus hingga November 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 lokus berada di lingkungan Rutan dan Lapas. Artinya, selain menjangkau masyarakat umum, program ini secara khusus menyasar populasi rentan di dalam lembaga pemasyarakatan.

Donor Darah Juga Digelar untuk Petugas

Tidak hanya fokus pada pemeriksaan medis warga binaan, rangkaian kegiatan juga mencakup aksi sosial donor darah. Donor darah ini melibatkan partisipasi aktif dari para petugas pemasyarakatan di Rutan Kelas I Samarinda, Lapas Kelas IIA Samarinda, Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, hingga jajaran Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Saefuddin mendorong seluruh perangkat daerah terkait untuk memperkuat koordinasi dengan pihak Rutan dan RSUD IA Moeis. Dinas Kesehatan Kota Samarinda dan RSUD IA Moeis menjadi ujung tombak pelaksanaan teknis program ini. Dengan sinergi yang solid, pemkot optimistis agenda CKG berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi warga binaan.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top