Pemkab Kutai Timur Siapkan APBD Rp6,1 Triliun untuk 2027, Fokus pada Enam Prioritas Transformasi Ekonomi

Penulis: Fauzan Arifin  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 10:24:01 WIB
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan rancangan APBD 2027 senilai Rp6,1 triliun dalam rapat bersama DPRD di Sangatta.

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mulai menyusun peta jalan pembangunan untuk tahun 2027. Dalam rancangan awal yang disampaikan ke DPRD, pemerintah daerah memproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp6,1 triliun, dengan komponen terbesar berasal dari dana transfer pusat yang diperkirakan mencapai Rp5,62 triliun.

Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp433,8 miliar. Dari sisi belanja, Pemkab Kutim merencanakan anggaran sebesar Rp6,07 triliun, sehingga masih terdapat surplus sekitar Rp25 miliar yang akan digunakan untuk penyertaan modal dua bank daerah.

Enam Prioritas Pembangunan Menuju 2027

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menjelaskan, seluruh kebijakan anggaran tahun 2027 akan diselaraskan dengan dinamika pembangunan dan potensi daerah. Tema besar yang diusung adalah "Transformasi Ekonomi Berkelanjutan melalui Penguatan Infrastruktur yang Merata dan Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing Menuju Kutai Timur Sejahtera".

Tema tersebut kemudian dijabarkan ke dalam enam prioritas utama. Pertama, peningkatan infrastruktur dan konektivitas wilayah. Kedua, transformasi ekonomi berkelanjutan. Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia. Keempat, peningkatan tata kelola dan kapasitas pemerintahan daerah. Kelima, peningkatan kualitas lingkungan hidup. Keenam, penguatan ketahanan pangan.

"Fokus arah kebijakan ini menjadi bagian dari tema pembangunan Kabupaten Kutim 2027," ujar Bupati Ardiansyah di Sangatta, Selasa.

Surplus Anggaran untuk Penyertaan Modal Bank Daerah

Dalam struktur belanja yang direncanakan, belanja operasi mendominasi dengan alokasi sebesar Rp3,59 triliun. Disusul belanja modal sebesar Rp1,77 triliun, belanja transfer sebesar Rp780,47 miliar, dan belanja tidak terduga sebesar Rp30 miliar.

Dengan adanya surplus Rp25 miliar, Pemkab Kutim mengalokasikan dana tersebut untuk penyertaan modal. Rinciannya, sebesar Rp15 miliar untuk Perumda Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kutim dan Rp10 miliar untuk Bank Kaltimtara. Bupati menegaskan bahwa enam prioritas ini menjadi dasar penyusunan arah kebijakan belanja dan plafon anggaran sementara, agar alokasi dana lebih terarah, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Timur.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top