5 Tempat Memancing Favorit di Kalimantan Timur untuk Akhir Pekan yang Wajib Dicoba

Penulis: Hendra Setiawan  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 21:56:01 WIB
Waduk Benanga di Samarinda menjadi salah satu lokasi favorit pemancing akhir pekan karena akses mudah dan airnya yang tenang.

Pernah suatu Sabtu pagi, saya melihat puluhan mobil pick-up berjejer di pinggir Jalan Poros Samarinda-Bontang. Knalpotnya masih mengepul, jok belakang penuh ember dan joran. Mereka bukan sekadar mencari ikan—mereka mencari ketenangan. Kalimantan Timur, dengan ratusan sungai besar dan waduk buatan, memang surga tersembunyi bagi pemancing. Tapi tidak semua lokasi ramah untuk pemula atau yang bawa keluarga. Dari pengalaman turun langsung ke lapangan, berikut lima tempat yang layak masuk daftar kunjungan Anda.

1. Waduk Benanga, Lokal Favorite di Samarinda

Waduk ini terletak di Kelurahan Lempake, tidak jauh dari pusat Kota Samarinda. Tempat ini ramai setiap akhir pekan, terutama pagi hari. Airnya tenang, cocok untuk mancing dasar atau casting ikan nila dan gabus.

Keunggulan utama Waduk Benanga adalah aksesnya yang mudah. Jalan beraspal mulus sampai ke tepi waduk. Banyak pemancing membawa tenda kecil dan memancing dari pinggir. Tidak perlu perahu. Saya pernah duduk di sini selama tiga jam tanpa diganggu nyamuk—anginnya sejuk, pemandangan hijau.

2. Sungai Mahakam di Sekitar Tenggarong

Sungai Mahakam bukan sungai biasa. Di sekitar Kecamatan Tenggarong, arusnya lebih tenang dan banyak titik teduh di bawah pohon rindang. Ikan patin dan baung menjadi target utama. Pemancing lokal biasa menggunakan umpan cacing atau pelet khusus.

Tips dari pengalaman: datang sebelum subuh. Suasana sungai saat fajar—kabut tipis di atas air, suara burung mulai bersahutan—adalah bonus yang tidak bisa dibeli. Bawa kursi lipat dan bekal sendiri karena belum banyak warung di tepi sungai.

3. Danau Jempang, Surga Ikan Air Tawar

Danau Jempang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, sekitar 4-5 jam perjalanan darat dari Samarinda. Danau ini adalah salah satu danau terbesar di Kaltim. Airnya keruh kecokelatan, khas rawa gambut, tapi justru di situlah ikan-ikan besar bersembunyi.

Banyak pemancing datang untuk menantang ikan arwana, belida, atau toman. Tapi perhatikan: medan menuju danau tidak semuanya aspal. Saat musim hujan, jalan tanah bisa licin. Mobil double cabin atau motor trail sangat disarankan. Jangan lupa bawa peralatan lengkap karena tidak ada toko pancing di sekitar lokasi.

4. Pantai Manggar Segara Sari, Alternatif Air Asin

Kalau bosan air tawar, Pantai Manggar di Balikpapan bisa jadi pilihan. Spot ini terkenal untuk mancing ikan kakap dan kerapu dari bibir pantai atau dermaga kecil. Ombaknya tidak terlalu besar, aman untuk pemancing pemula.

Saya pernah ke sini bersama teman yang baru pertama kali mancing laut. Dalam dua jam, ia berhasil mendapatkan dua ekor kakap putih ukuran sedang. Kuncinya: gunakan umpan udang segar, bukan udang beku. Pantai ini juga punya area parkir luas dan warung makan. Cocok untuk akhir pekan bersama keluarga.

5. Rawa-rawa di Sekitar Muara Kaman

Muara Kaman, Kecamatan di Kutai Kartanegara, punya ekosistem rawa yang masih alami. Ikan gabus, sepat, dan betok melimpah. Tempat ini favorit para pemancing yang suka tantangan medan berat. Aksesnya hanya bisa menggunakan perahu kecil dari dermaga desa.

Pengalaman pribadi: saya pernah menginap satu malam di rumah warga sekitar hanya untuk bisa mancing subuh. Hasilnya? Dua ekor gabus sebesar lengan. Tapi ini bukan untuk pemancing yang malas bergerak. Anda harus siap berjalan di pematang sawah dan lumpur.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apa waktu terbaik untuk memancing di Kalimantan Timur?
Pagi buta antara pukul 05.00-08.00 adalah golden hour. Ikan lebih aktif mencari makan. Sore hari juga cukup baik, tapi angin sering kencang.

2. Apakah perlu izin khusus untuk mancing di sungai atau danau?
Untuk spot umum seperti Waduk Benanga atau Sungai Mahakam, tidak perlu izin. Tapi untuk kawasan konservasi atau danau yang dikelola desa, sebaiknya minta izin ke ketua RT atau kepala desa setempat.

3. Ikan apa yang paling sering didapat di perairan Kaltim?
Ikan nila, gabus, patin, baung, dan toman adalah yang paling umum. Di laut, kakap dan kerapu dominan.

4. Bagaimana cara memilih umpan yang tepat?
Umpan alami seperti cacing, udang sungai, atau anak ikan lebih efektif. Pelet buatan pabrik juga bisa, tapi hasilnya lebih lambat.

5. Apakah aman memancing sendirian di lokasi terpencil?
Tidak disarankan. Medan di Kaltim bisa berubah cepat—hujan tiba-tiba, jalan licin, atau sinyal hilang. Bawa minimal satu teman dan pastikan baterai ponsel penuh.

Memancing di Kalimantan Timur bukan sekadar aktivitas mengail. Ini tentang membaca arus sungai, memahami kebiasaan ikan lokal, dan menikmati sunyi yang sulit ditemukan di kota. Coba satu lokasi dulu, rasakan sendiri perbedaannya. Kalau sudah ketagihan, Anda akan paham kenapa banyak orang rela bangun jam tiga pagi hanya untuk duduk di tepi air.

Reporter: Hendra Setiawan
Back to top