KALIMANTAN TIMUR — Pertandingan penentu di Grup A Piala AFF 2026 ini dijadwalkan mulai pukul 20.30 WIB. Dukungan penuh publik Kabupaten Bogor diharapkan menjadi pembeda bagi skuat Garuda untuk mengamankan tiga poin dan memperbesar peluang lolos ke semifinal.
Bibit perseteruan Klok dan Van Hau sebenarnya sudah terlihat sejak leg pertama semifinal Piala AFF 2022 di Stadion Gelora Bung Karno. Saat itu, bek Vietnam beberapa kali melanggar pemain Indonesia, memicu protes keras dari gelandang naturalisasi asal Belanda itu. Adu argumen di depan gawang pun tak terhindarkan dan menjadi salah satu adegan paling membekas dari duel kedua tim di edisi tersebut.
Ketegangan tak berhenti di Jakarta. Pada leg kedua di My Dinh Stadium, Hanoi, intensitas permainan yang tinggi membuat kedua pemain kembali terlibat persaingan ketat sepanjang laga.
Puncak ketegangan terjadi pada menit ke-60 leg kedua. Setelah serangan Vietnam berhasil dipatahkan dan wasit memberikan tendangan sudut untuk tuan rumah, Doan Van Hau tiba-tiba mendekati Marc Klok. Bek kiri Vietnam itu terlihat mencoba mengajak Klok berjabat tangan sebelum eksekusi sepak pojok dilakukan.
Alih-alih menyambut, Klok justru memilih mengabaikan ajakan tersebut dan menyembunyikan kedua tangannya di belakang punggung. Sikap ini sontak membuat wasit turun tangan untuk menenangkan kedua pemain dan mencegah situasi semakin memanas. Momen penolakan jabat tangan inilah yang hingga kini masih menjadi topik hangat saat Indonesia dan Vietnam bertemu.
Meski kisah lama kembali mencuat, tim pelatih dipastikan meminta para pemain untuk tetap fokus pada pertandingan. Target utama Indonesia jelas: mengamankan kemenangan di hadapan pendukung sendiri untuk menjaga asa melaju ke semifinal. Laga ini diprediksi berjalan ketat mengingat tensi tinggi yang sudah terbangun sejak jauh-jauh hari.
Bagi Klok, laga ini menjadi pembuktian bahwa dirinya mampu tampil dewasa dan mengedepankan sportivitas di tengah rivalitas yang panas. Sementara bagi Vietnam, Doan Van Hau tentu ingin menunjukkan kualitasnya sebagai bek tangguh di pentas regional.