Pengelolaan Mal Lembuswana Kini Dipegang BUMD Kaltim, Revitalisasi dan Calon Investor Bioskop Mulai Dijajaki

Penulis: Jauhari Lubis  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 00:03:31 WIB
Penandatanganan serah terima pengelolaan Mal Lembuswana dari PT CSIS kepada Pemprov Kaltim dilaksanakan di Samarinda, Jumat (7/8/2026).

SAMARINDA — Kawasan pusat perbelanjaan tertua di Ibu Kota Kaltim ini memasuki era pengelolaan baru. Serah terima pengelolaan dari PT CSIS kepada Pemprov Kaltim ditandatangani di lokasi mal, Jalan S Parman, Jumat, 7 Agustus 2026.

Setelah resmi dikuasai pemerintah daerah, PT KTMBS langsung bergerak memetakan kondisi bangunan dan kebutuhan pasar. Targetnya jelas: mengembalikan fungsi Mal Lembuswana sebagai ruang publik yang hidup, bukan sekadar pusat jualan.

Fasilitas Olahraga Hingga Bioskop Masuk Daftar Konsep Baru

Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni menyebut pembaruan konsep menjadi keniscayaan setelah bangunan berusia tiga dekade. Area yang selama ini kosong akan dioptimalkan, salah satunya dengan menyulap sebagian lahan menjadi lapangan padel.

"Kita ingin Lembuswana kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat. Tidak hanya perdagangan dan ekonomi, tetapi juga pusat kegiatan masyarakat," ujarnya.

Atrium mal yang selama ini hanya menjadi ruang sirkulasi pengunjung juga akan difungsikan untuk pertemuan komunitas. Sementara itu, Direktur Utama KTMBS Aji Mohammad Abidharta W Hakim mengakui pihaknya mulai menjajaki kerja sama dengan jaringan bioskop nasional.

Tenant Lama Jadi Prioritas, Insentif Disiapkan

Di tengah gempuran pusat perbelanjaan modern, sejumlah tenant lama justru bertahan puluhan tahun di Mal Lembuswana. Kesetiaan itu tidak diabaikan. Pemprov Kaltim berencana memberikan keringanan biaya sewa sebagai bentuk apresiasi.

"Kita mengapresiasi tenant yang sudah membersamai Lembuswana selama 30 tahun. Layak nanti diberikan insentif," kata Sri Wahyuni.

Abidharta menegaskan tenant eksisting menjadi prioritas utama untuk mengisi kembali mal ketika investor baru nanti masuk. KTMBS telah menyampaikan skema tarif sewa dan service charge terbaru kepada mereka.

Penugasan Setahun dan Tantangan Menarik Investor

KTMBS mendapat mandat mengelola Mal Lembuswana selama satu tahun, dengan opsi perpanjangan hingga investor definitif ditemukan. Namun, periode singkat itu menjadi pekerjaan rumah tersendiri.

"Memang tantangannya meyakinkan tenant baru. Mereka biasanya menghitung balik modal lima sampai enam tahun, sedangkan penugasan kami satu tahun," jelas Abidharta.

Untuk menjaga transparansi, seluruh pendapatan dan belanja operasional mal akan dibukukan terpisah dari unit bisnis KTMBS lainnya. Pendapatan yang masuk langsung digunakan untuk kebutuhan operasional harian.

KTMBS juga membuka seleksi tenaga kerja baru untuk posisi kebersihan, keamanan, hingga manajemen. Mantan pekerja Mal Lembuswana yang sebelumnya dipekerjakan pengelola lama dipersilakan mengikuti proses rekrutmen.

Kajian Bisnis Jadi Dasar Setiap Keputusan

Meski banyak ide mengalir, Abidharta memastikan setiap rencana pengembangan harus melewati studi kelayakan. Pihaknya tidak ingin tergesa-gesa mengambil keputusan yang justru membebani keuangan BUMD.

"Kami ingin semua keputusan berbasis kajian. Ide boleh banyak, tetapi harus sesuai kebutuhan pasar dan layak secara bisnis," pungkasnya.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: infosatu.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top