KALIMANTAN TIMUR — vivo resmi memperkenalkan Camera Screen, aksesori wireless berupa layar AMOLED 3,92 inci yang menempel di punggung ponsel untuk mendampingi kamera utama vivo X500 Series. Aksesori ini dibanderol 699 yuan atau sekitar Rp1,6 juta dan kompatibel dengan seluruh model X500 Series. Kehadirannya menjawab kebutuhan kreator konten yang sering mengambil gambar dari sudut sulit tanpa harus menatap layar utama ponsel.
Spesifikasi Layar dan Desain Fisik
Camera Screen mengusung panel AMOLED persegi berukuran 3,92 inci dengan kerapatan 419 PPI. Bobotnya hanya 68 gram dengan ketebalan 5,65 mm, sehingga tidak menambah beban berarti saat menempel di ponsel.
Koneksinya sepenuhnya wireless dengan jangkauan hingga 10 meter. Pemasangan mengandalkan sistem magnetik, jadi pengguna tidak perlu casing khusus atau adaptor tambahan untuk menempelkannya ke punggung vivo X500 Series.
Fungsi dan Mode Kamera yang Tersedia
vivo menyematkan enam mode kamera di perangkat ini untuk berbagai kebutuhan pengambilan gambar. Layar tambahan itu bisa dipakai merekam video pendek, memotret dari sudut yang sulit dijangkau, sampai produksi konten seperti video unboxing.
Karena terhubung nirkabel, pengguna tidak perlu terus menatap layar utama ponsel saat memotret dengan kamera belakang. Antarmukanya dibuat menyerupai aplikasi kamera bawaan vivo agar pengguna cepat beradaptasi.
Harga dan Ketersediaan
Vivo Camera Screen dipasarkan dengan harga normal 699 yuan atau setara Rp1,6 jutaan. Aksesori ini kompatibel dengan seluruh model dalam lini vivo X500 Series.
Belum ada keterangan resmi soal jadwal masuk pasar Indonesia maupun harga lokalnya. vivo Indonesia biasanya merilis aksesori pendamping beberapa waktu setelah peluncuran global.
Konteks Persaingan dengan OPPO Bubble
Langkah vivo ini mengikuti jejak OPPO yang lebih dulu punya aksesori wireless serupa bernama OPPO Bubble. Keduanya menyasar ceruk yang sama: pengguna yang ingin fleksibilitas saat memotret dengan kamera utama tanpa kehilangan kontrol komposisi.
Persaingan aksesori kamera wireless ini menandakan produsen ponsel Tiongkok mulai berlomba menawarkan ekosistem pendamping, bukan sekadar bersaing di spesifikasi kamera bawaan.