KALIMANTAN TIMUR — Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai penundaan Piala Asia 2027 memberi Timnas Indonesia waktu persiapan lebih panjang. Menurutnya, jadwal baru pada penghujung 2027 membuat program pelatih John Herdman tidak terpotong dan bisa berjalan penuh hingga kualifikasi Piala Dunia.
Erick menyampaikan pandangan itu di Jakarta, Kamis (5/11), menanggapi keputusan AFC menggeser putaran final Piala Asia 2027 di Arab Saudi ke 23 Desember 2027 sampai 21 Januari 2028. Penundaan diambil akibat memanasnya situasi geopolitik dan kendala logistik di kawasan Timur Tengah.
Menurut Erick, keputusan tersebut merupakan kesepakatan seluruh federasi anggota AFC sehingga PSSI mengikuti tanpa keberatan. Ia justru melihat sisi positifnya bagi skuad Garuda.
Tambahan Waktu di Maret dan Juni 2027
Erick menyebut dua jendela internasional pada Maret dan Juni 2027 bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan perform tim. Agenda uji coba di periode itu dinilai krusial agar Timnas Indonesia tetap menjaga daya saing di level Asia.
Setelah itu, ritme kompetitif skuad akan berlanjut lewat rangkaian Kualifikasi Piala Dunia pada September hingga November 2027. Kombinasi jadwal tersebut membuat persiapan menuju Piala Asia tidak terputus.
Alasan Erick Sebut Persiapan Lebih Ideal
Erick menegaskan penundaan memberi ruang bagi tim untuk bekerja dalam kondisi penuh, bukan terpotong oleh jeda kompetisi. Dengan begitu, program yang disusun pelatih John Herdman bisa dieksekusi lebih matang.
"Ya, kalau saya bilang kan itu kesepakatan semua negara kita harus ngikutin. Kalau saya bilang menguntungkan Indonesia," kata Erick.
"Karena dengan itu persiapan kita lebih panjang, kita ada bulan Maret dan Juni untuk bisa meningkatkan perform tim apalagi ditambah nanti di bulan September sudah ada kualifikasi Piala Dunia, Oktober, November, jadi timnya benar-benar full gear, tidak terpotong terus berhenti," sambungnya.
Grup F Menanti: Jepang, Qatar, Thailand
Pada putaran final nanti, Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Piala Asia 2027 menjadi panggung pembuktian berikutnya bagi Timnas Indonesia setelah mengamankan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Dengan jadwal yang bergeser, persiapan menuju Grup F berjalan lebih panjang. PSSI memilih memanfaatkan tambahan waktu itu untuk mematangkan kesiapan teknis ketimbang mempersoalkan perubahan kalender yang sudah disepakati bersama.