298 Mahasiswa Baru IKIP PGRI Kaltim Ikuti PKKMB, Materi Bela Negara hingga Kewirausahaan Disiapkan

Penulis: Hendra Setiawan  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 15:36:32 WIB
mahasiswa baru IKIP PGRI Kalimantan Timur mengikuti PKKMB tahun akademik 2026/2027 di Samarinda.

SAMARINDA — Sebanyak 298 peserta mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) IKIP PGRI Kalimantan Timur tahun akademik 2026/2027. Mereka akan menjalani rangkaian kegiatan selama empat hari, mulai pukul 07.30 hingga 16.30 WITA.

Ketua Panitia PKKMB IKIP PGRI Kaltim, Tejo Suparno, mengatakan mayoritas peserta merupakan mahasiswa baru yang terdaftar tahun ini. Sisanya adalah mahasiswa lama yang belum sempat mengikuti kegiatan serupa pada tahun sebelumnya.

Mayoritas Peserta dari Pendidikan Kepelatihan Olahraga

Dari total 281 mahasiswa baru, Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) mendominasi dengan 217 mahasiswa. Disusul Pendidikan Ekonomi dengan 40 mahasiswa, dan Pendidikan Otomotif sebanyak 24 mahasiswa.

“Untuk mahasiswa baru, ada 281 yang terdaftar sebagai peserta PKKMB. Kemudian ada 17 mahasiswa lama yang tahun lalu belum ikut, sehingga tahun ini bergabung. Jadi totalnya 298 peserta,” kata Tejo, Senin, 17 Agustus 2026.

Sebanyak 17 mahasiswa lama yang bergabung berasal dari semester tiga. Keikutsertaan mereka bukan tanpa alasan, sebab sertifikat PKKMB menjadi salah satu syarat administratif untuk mengikuti ujian skripsi.

“Kalau tidak ikut PKKMB, sertifikatnya tidak ada. Sertifikat itu menjadi salah satu syarat ketika mereka nanti mau ujian skripsi,” jelasnya.

Empat Hari, Enam Materi: Dari Akademisi hingga TNI-Polri

Panitia mengusung tema “Membangun Mahasiswa Berkarakter, Berkarya Tanpa Batas Menuju Generasi Emas.” Tema ini diarahkan untuk membangun kesiapan mahasiswa tidak hanya dalam proses akademik, tetapi juga karakter dan kemampuan berkontribusi bagi Indonesia Emas 2045.

Durasi empat hari dipilih dengan menyesuaikan pedoman pelaksanaan PKKMB dari Kementerian Pendidikan Tinggi serta banyaknya materi yang telah direncanakan panitia.

“Kita memilih empat hari. Tidak mengambil tiga hari, tetapi juga tidak sampai enam hari, karena disesuaikan dengan materi yang kami rencanakan,” ujarnya.

Materi dari narasumber eksternal meliputi teknologi digital dari akademisi, bela negara dari unsur TNI dan Polri, serta kewirausahaan dari pelaku usaha. Pada hari terakhir, perwakilan pemerintah daerah dijadwalkan memberikan pengenalan Program Gratispol.

Adapun materi internal kampus mencakup pengenalan program studi, fakultas, serta organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

“Jadi ada narasumber dari luar dan dari dalam kampus. Dari luar ada akademisi, TNI-Polri, pemerintah dan pengusaha. Dari dalam, kita mengenalkan program studi, fakultas dan organisasi kemahasiswaan,” pungkas Tejo.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: infosatu.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top