Menteri PU Dody Hanggodo Pastikan Pasokan Air Bersih untuk 7.000 Warga Pulau Palue Pasca-Gempa

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:52:01 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau pasokan air bersih untuk 7.000 warga terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT.

Sikka — Menteri PU (Pekerjaan Umum) Dody Hanggodo bergerak cepat memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah ini mencakup penyediaan air darurat dan persiapan sumber air tambahan untuk sekitar 7.000 warga yang tersebar di delapan desa.

Pulau Palue terletak di utara Pulau Flores, Kabupaten Sikka, dan menjadi salah satu wilayah yang terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemenuhan air bersih adalah prioritas utama dalam penanganan masyarakat pascabencana.

"Kita pastikan kebutuhan air masyarakat terpenuhi sekarang, sekaligus kita siapkan sumber air yang dapat mendukung kebutuhan mereka dalam jangka panjang," kata Dody Hanggodo.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw bersama jajaran Kementerian PU meninjau langsung Pulau Palue pada Selasa (18/8/2026).

Bersama Bupati Sikka Juventus Kago, Dirjen SDA memeriksa tiga titik dari sekitar 10 titik longsoran yang teridentifikasi, serta meninjau kondisi sumur bor yang dibangun pada 2023 dengan kapasitas sekitar 1,8 liter per detik.

Sebagai respons cepat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II telah mengirimkan empat unit tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter ke Pulau Palue.

Untuk menambah pasokan, BBWS Nusa Tenggara II juga menyiapkan survei geolistrik guna memetakan potensi sumber air tanah, yang akan menjadi dasar penentuan titik pengembangan sumber air baru.

Pemulihan Infrastruktur Terdampak Lainnya

Kementerian PU juga mengidentifikasi kebutuhan perbaikan bangunan pengaman pantai sepanjang kurang lebih 250 meter di kawasan Maluriu.

Di luar sektor air bersih, Kementerian PU menindaklanjuti pemulihan akses dan perlindungan kawasan permukiman. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah menyiapkan satu unit excavator tipe PC 200 untuk membersihkan material longsoran di sejumlah titik.

Kementerian PU juga memberikan perhatian pada Kantor Camat Palue yang rusak akibat gempa sebagai bagian dari pemulihan fasilitas pelayanan publik.

Dengan langkah ini, Kementerian PU memastikan penanganan Pulau Palue dilakukan bertahap, dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, sebagai prioritas utama pascagempa.

Reporter: Ikhsan Maulana
Back to top