Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen menjadikan desa wisata sebagai kekuatan ekonomi baru masyarakat, dengan memberikan penghargaan kepada desa-desa berprestasi dalam ajang Lomba Desa Wisata di sela Kaltim Expo 2026 di Samarinda, Kamis. Dari total 841 desa di Kaltim, sebanyak 122 desa telah dikembangkan sebagai destinasi wisata, namun aksesibilitas dan infrastruktur masih menjadi tantangan utama yang tengah diprioritaskan untuk dibenahi.
SAMARINDA — Sebanyak 122 desa wisata dari total 841 desa di Kalimantan Timur kini menjadi fokus pengembangan ekonomi masyarakat. Komitmen itu ditegaskan Pemprov Kaltim melalui penganugerahan Lomba Desa Wisata sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan desa pada rangkaian Kaltim Expo 2026 di Samarinda, Kamis.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menyebut penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi desa untuk terus menggali potensi pariwisata.
"Kita harus buktikan desa-desa di Kaltim tidak kalah dengan daerah lain dan mampu menghadirkan objek wisata yang unggul, menarik, serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Firnanda.
Firnanda mengakui banyak spot wisata di pedesaan yang sebenarnya luar biasa, tetapi masih terkendala akses jalan menuju lokasi. Kondisi ini membuat potensi tersebut belum mampu memberikan dampak ekonomi maksimal bagi warga sekitar.
"Banyak spot wisata desa yang luar biasa, tetapi masih terkendala akses jalan. Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus prioritas Pemprov Kaltim agar potensi tersebut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," jelasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal, menambahkan penandatanganan kerja sama menjadi bukti nyata kolaborasi memperkuat ekosistem desa wisata di Bumi Etam. Pihaknya mendorong sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, hingga mitra strategis.
"Harus ada sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, hingga mitra strategis. Kerja sama ini menjadi komitmen bersama untuk membangun potensi desa secara berkelanjutan," kata Faisal.
Ia berharap keterbatasan fiskal tidak menyurutkan semangat pengelola desa, melainkan justru memperkuat kreativitas seluruh pihak dalam mengembangkan destinasi.
Dalam lomba tersebut, Desa Wisata Klempang Sari dari Kabupaten Paser berhasil meraih Juara 1 kategori Utama. Posisi berikutnya ditempati Desa Wisata Bangun Rejo dari Kutai Kartanegara sebagai Juara 2, dan Desa Wisata Tanjung Isuy dari Kutai Barat sebagai Juara 3.
Selain kategori utama, Pemprov Kaltim juga memberikan penghargaan untuk tujuh kategori khusus:
Penganugerahan ini diharapkan menjadi pemantik bagi desa-desa lain untuk berinovasi meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi. Penguatan pemberdayaan masyarakat serta menjaga kelestarian alam dan budaya setempat menjadi kunci keberlanjutan program ini ke depan.