Pemkot Samarinda Kaji Skema KPBU Tahun Jamak untuk Percepat Program Samarinda Terang, Ini Pertimbangannya

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:38:01 WIB
Wali Kota Samarinda Andi Harun menerima kunjungan konsorsium swasta untuk membahas kajian skema KPBU tahun jamak dalam program Samarinda Terang.

Pemerintah Kota Samarinda tengah mengkaji kerja sama pembangunan dan pengelolaan penerangan jalan umum (PJU) dengan skema tahun jamak bersama konsorsium swasta. Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan kajian matang diperlukan agar percepatan program Samarinda Terang tidak mengganggu kemampuan fiskal daerah.

SAMARINDA — Wacana pembangunan penerangan jalan umum (PJU) di Samarinda memasuki babak baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membuka peluang kerja sama dengan badan usaha untuk mewujudkan kota yang terang, aman, dan nyaman, salah satunya melalui skema tahun jamak yang ditawarkan Konsorsium KSO-SLI-DHJ-LM asal Bandung.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengaku tertarik dengan tawaran tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa ketertarikan ini tidak serta-merta membuat pemkot menyetujui konsep yang diajukan tanpa kajian komprehensif.

"Kami tertarik dengan tawaran ini untuk mendukung Samarinda Terang. Namun, tentu harus dikaji terlebih dahulu, terutama dari sisi kemampuan dan kapasitas Pemerintah Kota Samarinda," ujar Andi Harun usai menerima jajaran konsorsium di Ruang Rapat Wali Kota, Sabtu.

Skema KPBU Bukan Hal Baru di Daerah Lain

Menurut Andi Harun, pola kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) untuk penyediaan penerangan jalan sebenarnya sudah lazim diterapkan di sejumlah daerah. Karena itu, Pemkot Samarinda akan mematangkan bentuk kerja sama yang paling tepat.

Pertimbangannya tidak hanya soal teknis pemasangan lampu, tetapi juga pembiayaan, manfaat bagi masyarakat, dan keberlanjutan fiskal daerah dalam jangka panjang.

"Kita terbuka terhadap semua skema yang bisa mempercepat Samarinda Terang. Tetapi jangan sampai karena ingin cepat, kita mengabaikan kemampuan fiskal dan kepentingan jangka panjang daerah," tegasnya.

Target Akhir: Rasa Aman Warga Saat Beraktivitas Malam

Andi Harun menekankan bahwa program Samarinda Terang bukan sekadar proyek penambahan titik lampu di berbagai ruas jalan. Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik.

Keberadaan PJU yang memadai diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi warga saat beraktivitas pada malam hari, sekaligus menekan potensi gangguan keamanan di titik-titik gelap.

Konsorsium Tawarkan Integrasi Teknologi IoT dan Lampu LED

Perwakilan konsorsium KSO-SLI-DHJ-LM, Irfin, memaparkan konsep pembangunan PJU yang mereka tawarkan tidak hanya berfokus pada pemasangan lampu konvensional. Konsorsium yang mengklaim berpengalaman di Kabupaten Sigi, Kota Palu, Parigi, dan Kabupaten Boalemo ini mengintegrasikan teknologi internet of things (IoT).

Melalui sistem kendali pintar atau smart control, pengelolaan dan pemantauan lampu dilakukan secara terintegrasi. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi energi, terutama dengan penggunaan lampu berbasis LED sebagai pengganti lampu konvensional yang lebih boros listrik.

Kajian mendalam yang dilakukan Pemkot Samarinda nantinya akan menentukan apakah skema kerja sama ini layak diterapkan, dengan tetap mengutamakan kepentingan warga dan kesehatan anggaran daerah.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top