Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menebar 800 kilogram garam atau NaCl ke sejumlah titik pertumbuhan awan di kawasan utara IKN, Sabtu (22/8), untuk memicu hujan di wilayah yang terdampak kekeringan. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hari pertama ini menyasar area sekitar 20-30 mil di utara IKN, termasuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Tengin dan DAS Sepaku yang menjadi sumber cadangan air. Operasi akan berlanjut hingga 27 Agustus 2026 dengan menyesuaikan perkembangan awan harian.
BALIKPAPAN — Langkah darurat dilakukan Otorita IKN untuk menahan laju kekeringan di kawasan Nusantara. Sebanyak 800 kilogram garam disemai dari udara pada Sabtu (22/8) untuk memicu hujan di titik-titik yang memasok air ke embung dan intake.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan penyemaian difokuskan pada area sekitar 20–30 mil di utara IKN. Dua lokasi utama yang menjadi sasaran adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) Tengin dan DAS Sepaku.
"Operasi hari pertama difokuskan untuk memicu hujan di titik-titik yang memasok air ke embung dan intake. Tujuannya agar volume cadangan air bisa kembali naik," ujar Danis di Balikpapan.
Pesawat Casa 212 A-2105 milik TNI AU diterbangkan dari Base Ops Lanud Dhomber sekitar pukul 16.00 Wita. Armada produksi PT Dirgantara Indonesia ini membawa bahan semai berupa garam NaCl.
Pesawat dikemudikan Kapten Pnb Tsalis Fahmi bersama kru Skadron 21 Lanud Abdurachman Saleh. Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana menjelaskan armada ini memiliki kemampuan terbang hingga empat jam dengan kapasitas angkut bahan semai maksimal 800 kilogram.
Berdasarkan data BMKG Balikpapan, pertumbuhan awan potensial pada musim kemarau saat ini sangat terbatas. Kondisi itu memaksa operasi dilakukan lebih awal untuk memanfaatkan awan yang tersedia sebelum menghilang.
Pemantauan atmosfer dilakukan secara berkala untuk menentukan titik penyemaian yang paling optimal menghasilkan hujan. Operasi dijadwalkan berlangsung pada 22–27 Agustus 2026 dan akan berlanjut pada Minggu (23/8) dengan menyesuaikan kondisi atmosfer harian.
OMC bukan satu-satunya strategi. Otorita IKN tengah menyiapkan langkah lain demi menjaga ketersediaan air bersih, termasuk mengupayakan interkoneksi Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku.
Langkah ini bertujuan menyeimbangkan volume air dalam menghadapi kondisi cuaca kering yang diprediksi masih akan berlangsung. Dengan dua strategi berjalan paralel, Otorita IKN berharap pasokan air untuk kawasan Nusantara tetap aman hingga musim hujan tiba.