DPTPH Kaltim Sebar 300 Pompa Air Portabel untuk Selamatkan 2.000 Hektare Sawah dari Kekeringan

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 21:39:32 WIB
DPTPH Kaltim menyalurkan 300 unit pompa air portabel untuk mengairi 2.000 hektare sawah yang terdampak kekeringan.

Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan 300 unit pompa air portabel untuk mengairi 2.000 hektare sawah yang terdampak kekeringan. Bantuan ini difokuskan pada lahan tadah hujan di Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser, dan Kutai Timur.

SAMARINDA — Sebanyak 300 unit pompa air portabel disebar Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur ke sejumlah titik sawah yang mengalami kekeringan. Langkah ini diambil untuk menekan risiko gagal panen di tengah musim kemarau yang melanda beberapa wilayah Kaltim.

"Kami telah menyebar lebih dari 300 unit pompa air yang bersifat dinamis ke berbagai lokasi yang mengalami kekeringan," kata Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, Senin.

Armada Pompa Bergerak Antarwilayah

Pompa-pompa tersebut tidak dipasang permanen di satu tempat. Armada ini dipindahkan secara bergantian mengikuti kebutuhan lahan yang paling kritis.

Fahmi menyebut strategi ini krusial untuk menekan tingginya angka gagal panen. Efeknya mulai terlihat pada Juli lalu, ketika tercatat puso seluas 25 hektare. Memasuki Agustus, laporan serupa sudah tidak ada lagi.

Subsidi BBM dan Dukungan Truk Tangki

Pemprov Kaltim tidak hanya meminjamkan mesin pompa. Beban operasional petani juga diringankan melalui bantuan bahan bakar minyak (BBM) yang dialokasikan UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Bantuan ini berdasarkan usulan kelompok tani. Petani yang membutuhkan akan mendapat surat rekomendasi untuk mengakses fasilitas subsidi BBM dari Kementerian Pertanian di SPBU.

Kolaborasi juga dilakukan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) setempat. Truk tangki dikerahkan untuk mengisi bendungan dan saluran irigasi yang menyusut agar pasokan air tetap stabil.

Usulan Pompa Bawah Tanah hingga Modifikasi Cuaca

Pemprov Kaltim telah bersurat ke pemerintah kabupaten dan kota untuk menyatukan sinergi Dinas Pertanian, Pekerjaan Umum, serta Bappeda dalam penanganan kekeringan.

Kolaborasi itu bertujuan mempercepat usulan kebutuhan pompa air bawah tanah melalui aplikasi Sistem Informasi Program Usulan Irigasi (Sipuri). Periode pengusulan diperpanjang hingga September 2026.

Selain itu, Pemprov turut mengusulkan operasi modifikasi cuaca untuk mengisi waduk. Upaya ini dinilai penting untuk mendukung implementasi sistem pertanian cerdas atau Advanced Agriculture System yang membutuhkan pasokan air curah besar secara berkesinambungan.

Fahmi juga mengimbau petani agar disiplin menggunakan varietas padi yang tahan terhadap kemarau dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top