KALIMANTAN TIMUR — Generasi kedua tablet andalan Lenovo ini pertama kali meluncur secara global pada 16 Juni 2026. Untuk pasar Indonesia, perangkat akan tersedia lewat toko resmi Lenovo, baik daring maupun luring, mulai 4 September mendatang. Yang menarik, pabrikan asal China ini belum mau membuka harga resmi untuk konsumen Tanah Air.
Kami sudah menelisik berbagai perubahan yang ditawarkan dibanding pendahulunya. Berikut ulasan lengkapnya.
Peningkatan paling mencolok ada pada sistem audionya. Jika generasi pertama mengandalkan delapan speaker JBL, kini Lenovo menanamkan 9 unit Pro Speaker System dengan teknologi Dolby Atmos dan konfigurasi 7.2-channel cinematic audio.
Jumlah speaker memang bertambah, tapi yang lebih penting adalah fungsinya. Tablet ini bisa dipakai sebagai speaker Bluetooth mandiri. Kamu cukup menghubungkan smartphone ke Tab Plus Gen 2, lalu audio dari HP akan keluar melalui speaker tablet ini.
Lenovo juga menyediakan mode Dolby Audio Dynamic, Movie, dan Music. Tujuannya jelas: membuat pengalaman menonton film atau mendengarkan musik lebih imersif. Ini bukan sekadar tambahan spesifikasi—buat yang sering nonton Netflix atau YouTube di kasur, perbedaannya akan terasa signifikan.
Panel layar ikut naik kelas. Dari LCD 11,5 inci 2K 90Hz pada model pertama, kini menjadi LCD 12,1 inci 2.5K (2560 x 1600 piksel) dengan refresh rate 120Hz.
Dukungan Dolby Vision, HDR10, dan kecerahan hingga 800 nit dalam High Brightness Mode membuatnya nyaman dipakai di ruangan terang. Buat yang sering membaca artikel atau dokumen panjang, refresh rate 120Hz juga bikin scrolling terasa lebih mulus.
Lenovo mengganti chipset MediaTek Helio G99 pada generasi pertama dengan MediaTek Dimensity 7400 di Gen 2. Untuk versi global, tersedia pilihan RAM mulai 6GB hingga 12GB, serta penyimpanan 128GB sampai 256GB. Slot microSD tetap ada dan mendukung ekspansi hingga 2TB.
Kapasitas baterai juga naik dari 8.600mAh menjadi 10.200mAh. Lenovo mengklaim daya tahan streaming YouTube mencapai 15 jam dalam pengujian internal—naik dari klaim 12 jam pada model sebelumnya. Dukungan pengisian cepat 45W ikut disematkan.
Perlu dicatat, klaim ini masih berdasarkan pengujian pabrikan. Kami belum bisa memverifikasi angka sebenarnya di pemakaian nyata. Tapi secara teori, kombinasi chipset yang lebih efisien dan baterai lebih besar biasanya berdampak positif pada daya tahan.
Kickstand pada Tab Plus Gen 2 kini terintegrasi dan bisa diputar 360 derajat. Ada empat mode yang ditawarkan: Lean Mode, Theater Mode, Stand Mode, dan Hanging Mode.
Hanging Mode memungkinkan tablet digantung—cocok buat yang suka memasak sambil mengikuti resep di dapur. Desain ini memberi fleksibilitas yang tidak dimiliki banyak tablet lain di kelasnya.
Tab Plus Gen 2 menjalankan Android 16 dengan janji dua kali peningkatan versi hingga Android 18. Patch keamanan dijadwalkan sampai 2030. Perangkat juga kompatibel dengan Lenovo Tab Pen Plus.
Fitur AI Live Transcript mendukung transkripsi dan penerjemahan real-time lebih dari 40 bahasa. Tapi ada batasannya: penggunaan gratis dibatasi dua jam per hari. Buat mahasiswa yang sering merekam kuliah, fitur ini bisa membantu—selama tidak melebihi kuota harian.
Meski spesifikasinya menjanjikan, ada beberapa catatan. Harga resmi Indonesia belum diumumkan, jadi sulit menilai nilai tawar-menawar awalnya. Posisinya di lineup Lenovo juga perlu dipantau—ada Lenovo IdeaTab Plus yang lebih fokus ke produktivitas dengan chipset Dimensity 6400 dan dukungan keyboard serta stylus.
Perbedaan segmen ini penting. Tab Plus Gen 2 jelas diarahkan ke konsumsi konten dan hiburan, sementara IdeaTab Plus lebih ke pekerjaan. Kalau kebutuhanmu mencatat dan mengetik, opsi kedua mungkin lebih relevan.
Kami akan segera menguji unitnya begitu tersedia di Indonesia. Yang jelas, dengan speaker 9 unit dan baterai 10.200 mAh, Lenovo mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda di segmen tablet kelas menengah.