KALIMANTAN TIMUR — Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) senilai Rp 900 ribu kembali jadi pertanyaan menjelang akhir September 2026. Program tambahan dari Kartu Sembako ini sebelumnya disalurkan sekaligus untuk tiga bulan kepada keluarga miskin dan rentan miskin. Sampai pertengahan September 2026, belum ada pengumuman resmi soal kelanjutannya.
BLT Kesra dijalankan atas perintah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dengan tujuan menjaga daya beli keluarga miskin di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok. Penyaluran terakhir berlangsung hingga akhir Desember 2025. Sementara bantuan lain seperti PKH dan BPNT periode triwulan III 2026 sudah berjalan sejak 20 Juli 2026.
Nominal BLT Kesra mencapai Rp 300 ribu per bulan. Dana dirapel untuk tiga bulan, sehingga total yang diterima keluarga penerima manfaat mencapai Rp 900 ribu.
Penyaluran dilakukan lewat rekening bank penerima maupun PT Pos Indonesia bagi keluarga yang belum memiliki akses layanan perbankan. Skema ini sama dengan penyaluran PKH dan BPNT yang memakai bank Himbara atau Kantor Pos sesuai data Keluarga Penerima Manfaat yang lolos verifikasi.
Pada pelaksanaan sebelumnya, penerima harus memenuhi lima syarat utama:
Penetapan sasaran mengacu pada sistem desil dalam DTSEN, yaitu pengelompokan 10 tingkat kesejahteraan keluarga. Sasaran BLT Kesra adalah keluarga di desil 1 sampai 4, kelompok 40 persen dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Masuk kelompok desil 1 sampai 4 tidak otomatis membuat seseorang tercatat sebagai penerima. Penetapan tetap melalui proses verifikasi dan validasi data oleh pemerintah daerah bersama Kementerian Sosial.
Warga dapat memeriksa status kepesertaan bansos, termasuk data desil, secara mandiri lewat laman maupun aplikasi Cek Bansos Kementerian Sosial. Proses ini hanya membutuhkan Nomor Induk Kependudukan sesuai KTP.
Jika status BLT Kesra belum muncul, bukan berarti pengajuan gagal. Program ini memang belum memiliki jadwal resmi untuk tahun 2026, sehingga sistem belum menampilkan data penyalurannya.
Status desil bersifat dinamis dan bisa berubah mengikuti kondisi ekonomi keluarga terbaru. Warga yang merasa datanya tidak sesuai dapat mengajukan pembaruan lewat aplikasi Cek Bansos, bukan lewat mekanisme otomatis.
Pemerintah belum mengumumkan jadwal resmi pencairan BLT Kesra Rp 900 ribu untuk September 2026. Kelanjutan program di 2026 masih menunggu keputusan pemerintah. Informasi lengkap dapat diakses melalui kanal resmi Kementerian Sosial.
Warga diminta tidak mudah percaya informasi jadwal pencairan BLT Kesra yang beredar di media sosial atau pesan berantai. Cara paling aman untuk mengetahui kabar terbaru adalah memantau status kepesertaan lewat laman atau aplikasi Cek Bansos secara berkala.
Kementerian Sosial menyediakan kanal pengaduan resmi bagi warga yang menemukan indikasi pungli atau calo dalam pengurusan bansos. Laporkan melalui layanan pengaduan Kemensos atau dinas sosial setempat. Penerima manfaat tidak dipungut biaya apa pun dalam proses pendaftaran maupun pencairan.