Karakteristik Anak Tengah: 3 Sifat Unik dan Cara Mengasuhnya

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Selasa, 15 September 2026 | 09:47:01 WIB
Anak tengah kerap dianggap memiliki karakter yang berbeda dibanding kakak dan adiknya.

KALIMANTAN TIMUR — Anak tengah kerap dianggap punya karakter paling berbeda dalam keluarga. Posisinya di antara kakak dan adik membuat ia jarang mendapat pujian seperti si sulung, atau dimanja seperti si bungsu.

Kondisi ini dikenal sebagai middle child syndrome, yaitu perasaan tidak sepenuhnya dimengerti dan kurang dianggap dalam dinamika keluarga. Meski begitu, sejumlah penelitian justru menunjukkan posisi tengah bisa menjadi kekuatan tersendiri.

Apa Itu Middle Child Syndrome?

Middle child syndrome menggambarkan perasaan anak tengah yang merasa berada di bayang-bayang kakak dan adiknya. Orang tua biasanya lebih ketat saat membesarkan anak pertama, lalu lebih santai dan berpengalaman ketika mengasuh anak terakhir.

Psikiater yang banyak meneliti otak, Brian Amen, menyebut menjadi anak tengah justru bisa menjadi kekuatan. Menurutnya, anak tengah punya ketangguhan, empati, dan kemampuan memimpin yang mendukung kesuksesan mereka saat dewasa.

"Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa berada di posisi tengah juga bisa membentuk seseorang punya pribadi yang lebih baik," ujarnya.

1. Jujur dan Rendah Hati

Anak sulung sering memikul beban sebagai pelopor, sedangkan anak bungsu lebih banyak mendapat perhatian. Anak tengah belajar menjalani hidup tanpa tekanan maupun keistimewaan yang melekat pada posisi tersebut.

Penelitian Amen menemukan anak tengah cenderung punya skor lebih tinggi dalam hal kejujuran, kerendahan hati, dan sikap mudah bergaul. Kualitas ini membuat mereka alami menjadi penengah yang baik.

Mereka juga lebih mudah bekerja sama, berempati, dan memaafkan. Sifat-sifat ini berpengaruh besar terhadap kesuksesan mereka di dunia kerja, termasuk saat dipercaya memimpin tim.

2. Pandai Memecahkan Masalah

Terbiasa menghadapi konflik membuat anak tengah sering berada di posisi pemecah masalah saat keluarga punya persoalan. Posisi ini mengajarkan mereka menyelesaikan masalah secara mandiri sekaligus bekerja sama dengan orang lain.

Kemampuan menjadi penengah secara alami sangat berguna ketika mereka dewasa. Terutama saat harus menjaga hubungan tetap harmonis di lingkungan kerja maupun pertemanan.

3. Tangguh dan Mampu Mengendalikan Emosi

Tanpa beban menjadi yang pertama atau yang terakhir, anak tengah belajar menghadapi tantangan dengan sudut pandang lebih realistis. Mereka terbiasa mengatasi kesulitan sendiri sejak dini.

Menurut tes kepribadian Hexaco, anak tengah cenderung punya skor lebih tinggi dalam pengendalian emosi dan ketangguhan. Ini membantu mereka tetap tenang di bawah tekanan dan mengelola stres lebih efektif.

Anak tengah juga lebih mudah memaafkan dan menjalani hidup dengan pola pikir yang mengutamakan kerja sama.

Cara Mengasuh Anak Tengah yang Tepat

Dalam buku The Birth Order Effect, Cliff Isaacson dan Kris Radish menekankan anak tengah perlu merasa diterima apa adanya. Tujuannya mengimbangi perhatian yang mungkin lebih banyak diterima kakak dan adiknya.

  • Berikan kepastian dan rasa aman. Saat anak melakukan kesalahan, tegaskan bahwa konsekuensinya tidak ada hubungannya dengan statusnya sebagai anak tengah. Jelaskan alasan di balik konsekuensi tersebut.
  • Jangan abaikan mereka. Berikan cukup perhatian agar anak tengah tidak merasa perlu mencari perhatian dengan cara yang kurang tepat.

Memahami karakteristik anak tengah membantu orang tua melihat posisinya bukan sebagai kekurangan. Dengan perhatian yang tepat, kejujuran, empati, dan ketangguhannya bisa tumbuh menjadi bekal berharga hingga dewasa.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top