Pemkab Penajam Paser Utara Siapkan 9.000 Hektare Kawasan Industri Buluminung untuk Penunjang IKN

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Rabu, 16 September 2026 | 21:52:31 WIB
Kawasan Industri Buluminung di Penajam Paser Utara disiapkan seluas 9.000 hektare sebagai penunjang IKN.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyiapkan kawasan industri seluas sekitar 9.000 hektare di Kawasan Industri Buluminung (KIB) sebagai penunjang Ibu Kota Nusantara. Kawasan itu sudah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2024-2044 kabupaten dan diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terpadu di wilayah tersebut. Sejumlah investor, termasuk dari sektor pengolahan logam, tengah mengkaji lokasi untuk menanamkan modal di kawasan itu.

PENAJAM — Pelaksana tugas Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara, Ade Rianto Embong Bulan, menyatakan Kawasan Industri Buluminung disiapkan untuk menopang IKN. Lahan yang disiapkan mencakup kawasan Pelabuhan Benuo Taka milik pemerintah kabupaten.

KIB disebut selaras dengan konsep pengembangan wilayah IKN. Penataannya diarahkan agar Kabupaten Penajam Paser Utara tumbuh seiring perkembangan ibu kota baru Indonesia.

Kawasan Industri Buluminung Sudah Masuk RTRW 2024-2044

Status KIB bukan lagi wacana. Ade menegaskan kawasan itu sudah ditetapkan dalam rencana tata ruang wilayah kabupaten periode 2024-2044.

"Kawasan Industri Buluminung sudah ditetapkan dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2024-2044 kabupaten," kata Ade di Penajam, Rabu.

Penetapan itu memberi kepastian hukum bagi pemerintah kabupaten untuk menata lahan, sekaligus menjadi rujukan bagi investor yang ingin masuk. Luas kawasan yang disiapkan mencapai sekitar 9.000 hektare.

Sagara Grup hingga Waskita Karya Sudah Beroperasi

Sejumlah perusahaan tercatat telah beroperasi di Kawasan Industri Buluminung. Sagara Grup yang bergerak di jasa pemeliharaan kapal masuk dalam daftar itu.

PT Waskita Karya juga sudah operasional di kawasan tersebut. Selain itu, Pelabuhan Penajam Banua Taka yang dikelola Astra Infra Port East Kalimantan (Eastkal) turut berjalan di KIB.

Kehadiran perusahaan-perusahaan itu menjadi penanda awal bahwa kawasan industri ini tidak dibangun dari nol. Infrastruktur pelabuhan dan aktivitas industri sudah tersedia sebagai fondasi.

Investor Sektor Pengolahan Logam Tengah Kaji Lokasi

Minat investor baru terus mengalir. Ade menyebut ada sejumlah penanam modal yang berminat menanamkan investasi di Kawasan Industri Buluminung.

Salah satunya berasal dari sektor pengolahan logam. Investor tersebut berencana membangun pabrik dan telah melakukan analisis mengenai lokasi di KIB.

Pemerintah kabupaten merespons dengan melakukan penataan kawasan. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan investasi, kondisi lahan, luas kawasan, keberadaan permukiman, serta tahapan produksi yang akan dijalankan.

Kemudahan perizinan juga disiapkan sebagai bagian dari layanan kepada calon investor. Langkah itu diharapkan mempercepat realisasi investasi di kawasan industri penunjang IKN.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top