PENAJAM PASER UTARA — Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyatakan rencana pengeboran sumur bor di Desa Sukaraja sudah dibahas dalam rapat di Balai Kota. Pembahasan itu melibatkan jajaran Otorita, Camat Sepaku, Kepala Desa Sukaraja, serta H. Syarif selaku pemilik lahan yang akan menjadi lokasi pengeboran.
Pengerjaan tahap awal berupa pengeboran eksplorasi. Tujuannya menemukan titik sumber air di bawah tanah sebelum pengeboran permanen dilakukan.
Survei tim sebelumnya menunjukkan lahan milik H. Syarif memiliki potensi alur air tanah yang besar. Temuan itu menjadi dasar OIKN bersama Universitas Gadjah Mada menentukan lokasi pengeboran.
"Kami sudah meminta izin pemilik lahan, H. Syarif. Jika nanti berhasil menemukan sumber mata air, insya Allah pengelolaan akan kami serahkan ke pemerintah desa atau pengelola setempat. Sumurnya menjadi milik masyarakat, airnya juga untuk masyarakat," ujar Basuki.
Basuki menegaskan pengelolaan sumur akan diserahkan ke pemerintah desa atau pengelola setempat jika sumber mata air ditemukan. Sumur dan airnya dinyatakan menjadi milik masyarakat.
Camat Sepaku Gamaliel Abimanyu Arliandito menambahkan persediaan air bersih di wadah penampungan milik warga kini mulai menipis. Sebagian warga di wilayah tersebut masih mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.
Desa Sukaraja berada sekitar 6 hingga 10 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN. Jarak yang dekat dengan pusat pembangunan membuat pemenuhan layanan dasar seperti air bersih menjadi perhatian utama Otorita IKN.
Musim kemarau 2026 menjadi periode berat bagi warga setempat akibat menipisnya cadangan air tadah hujan. Program sumur bor dari Otorita diharapkan menjadi sumber air yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Pemilik lahan, H. Syarif, menyambut baik rencana tersebut. Ia berharap pengeboran berjalan lancar dan airnya bisa dimanfaatkan bersama warga.
"Semoga airnya ketemu dan bisa kita pakai bersama," tuturnya.
OIKN menegaskan tahap eksplorasi sumur bor akan segera dilaksanakan setelah seluruh persetujuan administratif dan teknis terpenuhi. Langkah itu menjadi bagian penguatan akses air bersih bagi wilayah terdampak pembangunan IKN.
Kebutuhan air bersih di wilayah KIPP IKN, yang mencakup area kantor kementerian dan rumah susun ASN, saat ini dipasok dari Waduk Sepaku Semoi. Sebagian kelebihan debit air waduk itu juga telah disalurkan kepada warga di pusat Kecamatan Sepaku.