SAMARINDA — Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian teknis pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026. Sejumlah dasar penyusunan kontingen belum diterima secara resmi meski jadwal pertandingan kian dekat.
Menurut Muslimin, informasi soal jumlah cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan memang sudah beredar. Namun penyampaiannya baru sebatas lisan, sehingga tidak bisa dipakai sebagai dasar menetapkan langkah persiapan kontingen Samarinda.
“Jangankan technical handbook, penetapan cabor belum, penetapan nomor tanding belum,” ujar Muslimin saat dihubungi, Minggu (20/9/2026).
Setidaknya ada tiga dokumen dan keputusan yang belum diterima Disporapar Samarinda. Pertama, penetapan cabor yang dipertandingkan. Kedua, kepastian nomor tanding. Ketiga, technical handbook (THB) sebagai acuan teknis pelaksanaan Porprov.
Muslimin menyebut jumlah cabor yang diinformasikan sementara mencapai 64. Angka itu belum cukup untuk menentukan berapa banyak cabang yang akan diikuti Samarinda.
Pasalnya, jumlah nomor pertandingan berpengaruh langsung terhadap kebutuhan atlet, pelatih, hingga anggaran yang harus disiapkan. Persiapkan kontingen, kata dia, tidak bisa hanya mengandalkan perkiraan.
Setiap keputusan keberangkatan harus dihitung berdasarkan cabang dan nomor pertandingan yang benar-benar ditetapkan. Tanpa kepastian itu, daerah tidak punya dasar menyusun komposisi tim maupun pagu biaya.
“Kami harus berhitung berapa banyak cabang olahraga, berapa banyak nomor tanding, berapa banyak atlet yang berangkat, berapa banyak pelatih. Kalau itu belum final, kami belum bisa apa-apa,” ujarnya.
Kondisi ini membuat persiapan Samarinda berjalan di tempat. Sementara itu, waktu menuju hari pertandingan terus berkurang.
Porprov VIII Kaltim dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada 14-27 November 2026. Artinya, pemerintah daerah bersama KONI memiliki ruang terbatas untuk merampungkan persiapan kontingen.
Muslimin menilai technical handbook semestinya sudah tersedia jauh sebelum pertandingan dimulai. Dokumen itu bukan sekadar pelengkap administrasi, melainkan rujukan untuk menerjemahkan persiapan teknis di masing-masing daerah.
Hingga kini, Disporapar Samarinda belum bisa memastikan kapan dokumen-dokumen tersebut akan diterima. Kepastian penetapan cabor, nomor tanding, dan THB menjadi syarat awal sebelum kontingen Samarinda menyusun program latihan maupun penganggaran.