KALIMANTAN TIMUR — Film Jangan Menyerah, Ibu resmi diperkenalkan sebagai adaptasi layar lebar dari novel I Am Sarahza karya Hanum Rais, dengan jadwal tayang akhir 2026. Produksi SinemArt ini disutradarai Rako Prijanto dan dibintangi Citra Kirana serta Roy Sungkono sebagai pemeran utama. Judul baru diperkenalkan lewat penerbit Terra Pustaka dalam gelaran IIBF 2026.
Novel I Am Sarahza lebih dulu dikenal pembaca sebelum akhirnya berganti nama menjadi Jangan Menyerah, Ibu. Perubahan judul itu diperkenalkan melalui Terra Pustaka sebagai langkah memperluas jangkauan pembaca dan calon penonton.
Ayi Fahrudin, produser film dari SinemArt, menyebut pergantian judul sebagai penanda perjalanan baru karya tersebut. Menurutnya, pesan inti cerita tetap dipertahankan sembari dikemas lebih mudah dikenali audiens baru.
Diskusi di panggung IIBF 2026 menghangat ketika dokter Lula Kamal hadir sebagai mantan pejuang dua garis. Ia menekankan pentingnya dukungan orang terdekat bagi pasangan yang tengah menjalani proses memperoleh keturunan.
"Yang digarisbawahi dalam buku dan film Jangan Menyerah, Ibu adalah bagaimana kita selalu mampu memelihara harapan, menghangatkannya, meskipun terkadang harapan dihadapkan kegagalan berulang. Di situlah keluarga berperan," tutur Lula.
Pernyataan itu sejalan dengan tema utama karya ini: perjalanan panjang, naik turun emosi, dan upaya menjaga harapan tetap menyala. Panggung IIBF 2026 menjadi ruang berbagi pengalaman bagi para pengunjung yang hadir.
Perpindahan medium dari novel ke film membuka peluang lebih luas bagi pesan tentang ketabahan dan peran keluarga. Pendekatan visual dan dramatik dinilai mampu menjangkau penonton yang belum membaca versi aslinya.
SinemArt memproduksi proyek ini dengan Rako Prijanto di kursi sutradara. Citra Kirana dan Roy Sungkono didapuk sebagai pemeran utama, memberi wajah pada kisah yang sebelumnya hanya dikenal lewat tulisan.
Arahan Rako Prijanto diharapkan menjaga kesinambungan nuansa dari halaman buku ke adegan film. SinemArt menyiapkan produksi dengan memperhatikan esensi cerita yang sudah melekat di benak pembaca.
Penayangan film Jangan Menyerah, Ibu direncanakan pada akhir tahun 2026. Jadwal tersebut memberi ruang bagi tim produksi merampungkan tahapan kreatif hingga siap bertemu penonton.
Konsistensi pesan yang dibawa sejak novel I Am Sarahza dirilis menjadi fondasi proyek ini. Dukungan Terra Pustaka memastikan gagasan inti karya tetap terjaga dalam kemasan baru.
Bagi industri film Indonesia, adaptasi novel ke layar lebar terus menjadi jalur yang menjanjikan. Karya Hanum Rais ini menyusul sejumlah judul lain yang lebih dulu menempuh rute serupa.