SAMARINDA — Ketua DPD PP PAUD Kaltim Andi Srianti Ishak menyebut fase usia dini sebagai periode krusial tumbuh kembang anak. Pada masa itu, anak mulai belajar mengelola emosi, memahami batasan aturan, dan membangun interaksi sosial dasar.
Pelatihan digelar karena pendidik PAUD kerap berhadapan dengan dinamika emosional anak yang beragam. Di ruang kelas, guru menemui anak yang cemas, kurang percaya diri, hiperaktif, hingga sulit beradaptasi.
Andi menilai bimbingan konseling belum lazim dipraktikkan di jenjang PAUD. Padahal, guru menjadi sosok terdekat anak setelah orang tua di lingkungan belajar.
"Di sinilah pentingnya bimbingan konseling dalam pendidikan anak usia dini. Guru perlu memiliki kepekaan untuk memahami kebutuhan anak, membantu anak mengenali dan mengelola emosinya, serta membimbing mereka menyelesaikan masalah sederhana dengan cara yang positif dan sesuai dengan usianya," tutur Andi Srianti.
Pelatihan diarahkan pada penguatan kapasitas guru, bukan sekadar penambahan materi teori. Peserta dibekali pemahaman soal kebutuhan perkembangan psikologis anak dan keunikan masing-masing murid.
DPD PP PAUD Kaltim menargetkan pelatihan ini mendorong terciptanya lingkungan belajar yang ramah dan kondusif. Pendidik diharapkan menerapkan pendekatan pengasuhan berbasis kesabaran dan kepekaan psikologis.
Peserta berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, dengan kegiatan berpusat di Aula H. Asran Bulkis Dinas Sosial Provinsi Kaltim. Penyelenggara belum merinci jumlah peserta yang hadir maupun jadwal pelatihan lanjutan.
Bagi orang tua, keterampilan bimbingan konseling di tingkat PAUD berdampak langsung pada cara guru menangani anak yang tantrum, menarik diri, atau kesulitan bergaul. Penanganan yang salah pada fase ini berisiko terbawa hingga jenjang pendidikan berikutnya.