SAMARINDA — Wahyu Seno Aji menilai Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa bersejarah yang dikenang setiap tahun. Baginya, peringatan tersebut menjadi tonggak kesadaran bahwa perbedaan di antara masyarakat Indonesia bukan penghalang untuk bersatu.
Pandangan itu ia sampaikan di Samarinda pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda. Wahyu menekankan bahwa semangat satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa masih relevan untuk dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.
Teladan Pemuda 1928 sebagai Modal Bangun Daerah
Menurut Wahyu, para pemuda yang mengikrarkan Sumpah Pemuda pada 1928 telah memberi teladan soal persatuan. Dengan menjunjung tinggi tiga ikrar itu, seluruh elemen bangsa punya kekuatan besar untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.
Semangat tersebut, lanjutnya, perlu diterjemahkan ke tindakan nyata. Menjaga persatuan, menghargai perbedaan, menumbuhkan rasa kebersamaan, dan memberi kontribusi positif bagi masyarakat menjadi bentuk penerapannya.
Wahyu juga menyoroti peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Ia menilai masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam, tetapi juga oleh persatuan, karakter, dan semangat generasi mudanya.
"Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alamnya, tetapi juga oleh persatuan, karakter, dan semangat generasi mudanya. Karena itu, generasi muda harus terus didorong untuk berkarya, berinovasi, dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa," ujarnya.
Kesadaran Hidup Sehat sebagai Investasi Masa Depan
Sebagai Ketua YJI Kaltim, Wahyu mengaitkan semangat persatuan dengan kepedulian di bidang kesehatan. Peringatan Sumpah Pemuda ia jadikan inspirasi untuk menggerakkan generasi muda agar lebih peduli terhadap kesehatan jantung.
Menurutnya, kesadaran menjaga kesehatan merupakan investasi penting bagi masa depan. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pelopor persatuan, tetapi juga contoh dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat.
Kebiasaan yang dimaksud mencakup aktif bergerak dan menyebarluaskan edukasi soal pentingnya menjaga kesehatan jantung kepada keluarga serta lingkungan sekitar. Langkah kecil di tingkat rumah tangga dinilai lebih mudah menular ke komunitas yang lebih luas.
Ajakan YJI Kaltim untuk Warga Samarinda dan Sekitarnya
Melalui semangat Sumpah Pemuda, YJI Provinsi Kalimantan Timur mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan kepedulian terhadap kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Ajakan itu menyasar warga Samarinda dan kabupaten lain di Kaltim yang selama ini menjadi wilayah kerja yayasan. Wahyu berharap persatuan yang diperingati setiap tahun berjalan seiring dengan tumbuhnya kesadaran menjaga jantung di lingkungan masing-masing.