Pencarian

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Soroti Antrean Panjang BBM, Minta Pertamina Maksimalkan Distribusi ke SPBU

Jumat, 23 Oktober 2026 • 14:47:01 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Soroti Antrean Panjang BBM, Minta Pertamina Maksimalkan Distribusi ke SPBU
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menyampaikan keluhan antrean panjang BBM kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di sela peninjauan proyek RDMP Balikpapan.

SAMARINDA — Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kalimantan Timur menjadi perhatian Gubernur Rudy Mas'ud. Ia menilai ketersediaan stok yang diklaim aman belum sepenuhnya menjawab persoalan yang dirasakan warga di lapangan.

Persoalan itu disampaikan Rudy kepada Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Pertemuan berlangsung di sela peninjauan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kamis (22/10/2026).

Keluhan Warga: Antre Lama hingga Bensin Kosong di Jam Tertentu

Menurut Gubernur yang akrab disapa Harum itu, masyarakat tidak selalu memahami perhitungan teknis soal ketersediaan stok BBM. Yang mereka rasakan langsung adalah sulitnya memperoleh bahan bakar ketika harus mengantre lama.

Keluhan itu terutama muncul untuk jenis Pertalite dan Solar. Kedua BBM bersubsidi tersebut lebih banyak diminati karena selisih harganya cukup jauh dibandingkan BBM nonsubsidi.

"Namun masyarakat mengeluhkan harus antri panjang dan lama di SPBU. Bahkan jam-jam tertentu terkadang bensinnya kosong Pak Menteri," ungkap Rudy.

Rudy menegaskan, kelancaran distribusi menjadi faktor penting agar ketersediaan BBM benar-benar terasa di tingkat warga. Ia berharap Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan pasokan tidak tersendat di titik-titik penjualan.

"Terpenting Pak Menteri, itu barang ada dan distribusi Pertamina maksimal, tentu masyarakat kita tenang dan nyaman membeli tanpa harus lama mengantri," harapnya.

Klaim Stok Nasional: Pertalite Aman 16-18 Hari, Pertamax di Atas 20 Hari

Bahlil Lahadalia menjelaskan stok Pertalite secara nasional berada pada level aman untuk memenuhi kebutuhan 16–18 hari. Stok Solar dinyatakan aman karena produksi dalam negeri telah mencukupi kebutuhan.

"Stok RON 92, 95, dan 98 (Pertamax) di atas 20 hari, bahkan melebihi standar minimum nasional Pak Gubernur," ujar Bahlil di hadapan puluhan awak media.

Penjelasan itu disampaikan Bahlil di sela peninjauan proyek RDMP Balikpapan. Proyek kilang senilai Rp123 triliun tersebut telah mencapai progres 99 persen dan hampir rampung sepenuhnya.

Kapasitas Kilang Balikpapan Naik dari 260.000 ke 360.000 Barel per Hari

Peningkatan kapasitas kilang disebut akan memperkuat kemampuan pengolahan minyak mentah dalam negeri. Bahlil menyebut kapasitas pengolahan naik dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari.

Bagi warga Kaltim, tambahan kapasitas itu baru bermakna jika pasokan lancar sampai ke SPBU. Ketersediaan BBM tidak cukup terjamin di tingkat stok, tetapi juga harus mudah diperoleh saat dibutuhkan.

Rudy menutup pertemuan dengan satu penekanan: stok cukup saja tidak cukup. "Alhamdulillah kalau stok kita cukup Pak Menko. Tapi kasihan masyarakat kita masih antri panjang di SPBU-SPBU Pak Menteri," kata Rudy.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lenterakalimantan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks