Pencarian

Okupansi Hotel di Samarinda Naik ke 60-70 Persen pada Triwulan IV 2026, Swiss-Belhotel Borneo Sebut Masih di Bawah Tahun Lalu

Rabu, 28 Oktober 2026 • 14:46:31 WIB
Okupansi Hotel di Samarinda Naik ke 60-70 Persen pada Triwulan IV 2026, Swiss-Belhotel Borneo Sebut Masih di Bawah Tahun Lalu
Tampak depan Swiss-Belhotel Borneo Samarinda yang mencatat okupansi 60-70 persen pada triwulan IV 2026.

SAMARINDA — Tren okupansi hotel di Samarinda menunjukkan perbaikan pada triwulan IV 2026. Swiss-Belhotel Borneo Samarinda mencatat tingkat hunian di kisaran 60-70 persen, angka yang lebih baik ketimbang triwulan III yang sempat mengalami penurunan.

Meski begitu, kenaikan tersebut belum cukup mengembalikan kinerja ke level tahun lalu. General Manager Swiss-Belhotel Borneo Samarinda Nur Andy mengakui pihaknya masih menghadapi tekanan dari berbagai sisi.

"Kalau okupansi hotel kami sendiri memang masih di bawah tahun lalu. Tapi membaik dibanding triwulan III yang sempat turun," kata Andy, Rabu (28/10).

Belanja Pemerintah yang Menyesuaikan Jadi Faktor Utama

Andy menyebut penyesuaian anggaran pemerintah sebagai salah satu faktor yang paling memengaruhi bisnis perhotelan di Samarinda. Ketergantungan terhadap belanja instansi masih cukup besar, baik melalui kegiatan yang digelar di hotel maupun aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan proyek-proyek negara.

Pengurangan anggaran membuat sejumlah kegiatan yang sebelumnya berpotensi mendatangkan tamu hotel ikut terdampak. Efeknya menjalar ke aktivitas transaksi perusahaan mitra proyek pemerintah yang tidak bergerak sekuat yang diharapkan.

Karhutla turut membayangi pergerakan bisnis tahun ini. Daya beli pasar yang melemah melengkapi deretan tantangan yang harus dihadapi pengelola hotel.

IKN Tak Lagi Menopang Seperti 2025

Menurut pengamatan Andy, capaian tahun ini masih berada di bawah 2025. Pada periode itu, aktivitas pembangunan Ibu Kota Nusantara masih menopang pergerakan ekonomi Samarinda dan sekitarnya.

Kondisi tersebut membuat kinerja hotel sepanjang 2026 terasa lebih menantang. Penopang yang sebelumnya datang dari geliat proyek IKN kini tidak lagi sekuat dulu.

Perang Harga Antarhotel Jadi Ujian Berikutnya

Persaingan antarhotel di Samarinda juga semakin ketat. Perang harga menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi untuk menjaga tingkat hunian tetap stabil.

"Saya sadar jadi masih banyak yang perlu dibenahi," ujar Andy.

Swiss-Belhotel Borneo Samarinda melakukan pembenahan dan penyesuaian harga untuk menjaga daya saing. Hotel tersebut tetap menyasar sejumlah segmen pasar, mulai dari tamu pemerintahan, korporasi, hingga keluarga yang memilih berlibur di dalam kota.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks