Alat Posyandu Akurat: Dosen Poltekkes Verifikasi Tensimeter dan Timbangan Bayi

Penulis: Jauhari Lubis  •  Senin, 02 November 2026 | 09:48:01 WIB
Dosen Poltekkes Kemenkes Jakarta II memverifikasi tujuh unit tensimeter dan empat unit timbangan bayi di lima posyandu balita Kelurahan Gunung, Jakarta Selatan.

KALIMANTAN TIMUR — Tujuh unit tensimeter dan empat timbangan bayi di lima posyandu balita serta lima posyandu lansia Kelurahan Gunung, Jakarta Selatan, kini diverifikasi dosen Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Buat ibu yang rutin menimbang anak di posyandu, akurasi alat ini menentukan apakah grafik pertumbuhan si kecil benar-benar terbaca dengan tepat.

Tim dosen Poltekkes Kemenkes Jakarta II menjalankan program pengabdian masyarakat berupa pemeliharaan dan verifikasi tensimeter serta timbangan bayi di Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sasaran awalnya ditetapkan lewat survei dan focus group discussion bersama pihak kelurahan.

Dari pendataan itu tercatat lima posyandu balita dan lima posyandu lansia. Peralatan yang masuk daftar verifikasi berjumlah tujuh unit tensimeter dan empat unit timbangan bayi.

Mengapa Timbangan Bayi di Posyandu Perlu Diverifikasi

Timbangan bayi dipakai memantau berat badan sekaligus pertumbuhan anak. Kalau alatnya tidak terawat, hasil ukur bisa meleset dan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat ikut terganggu.

Tim pengusul menegaskan pemeliharaan dan verifikasi diperlukan untuk menjaga keakuratan hasil pengukuran. Data yang keliru berpotensi membuat kader maupun ibu salah membaca perkembangan anak.

Kader Posyandu Dapat Edukasi Perawatan Alat

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Jakarta 2, Wike Kristianti, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa program ini tidak hanya memeriksa kondisi alat.

"Para kader juga akan mendapatkan edukasi mengenai pemeliharaan sederhana sehingga peralatan dapat dirawat secara lebih teratur setelah kegiatan selesai," jelas Wike, Rabu (30/09).

Bekal perawatan sederhana ini penting agar alat tetap akurat di antara jadwal verifikasi. Kader jadi punya pegangan untuk merawat tensimeter dan timbangan usai kegiatan berakhir.

Siapa Saja yang Terlibat

Pelaksanaan program menggandeng PT Medcalindo sebagai mitra untuk membantu proses verifikasi peralatan. Pihak Kelurahan Gunung mengoordinasikan kader dan menyediakan aula sebagai lokasi kegiatan.

Tahap berikutnya adalah pemeliharaan dan verifikasi tensimeter, timbangan bayi, serta timbangan dewasa yang dibawa kader ke lokasi. Setelah itu tim melakukan evaluasi dan menyusun laporan akhir.

Manfaat Jangka Panjang untuk Layanan Posyandu

Program ini menargetkan peningkatan pengetahuan kader soal pemeliharaan alat kesehatan. Luaran yang direncanakan mencakup HaKI dan publikasi jurnal pengabdian kepada masyarakat.

Bagi posyandu, perawatan alat bukan sekadar urusan teknis. Peralatan yang terawat dan hasil ukur yang bisa diandalkan menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan kesehatan dasar.

Yang Bisa Ibu Lakukan Saat ke Posyandu

Saat menimbang anak, perhatikan apakah alat diletakkan di permukaan rata dan jarum atau angka kembali ke nol sebelum dipakai. Jika hasil timbangan terasa janggal dibanding bulan sebelumnya, tanyakan ke kader.

Ibu juga bisa mencatat berat dan tinggi anak di buku KIA setiap kunjungan. Catatan rutin memudahkan kader dan bidan melihat pola pertumbuhan, bukan hanya satu angka di satu hari.

Alat ukur yang akurat membuat grafik pertumbuhan anak lebih bisa dipercaya. Dukungan kader terlatih dan peralatan terawat di posyandu jadi modal awal untuk memantau tumbuh kembang si kecil dengan tenang.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: pasbana.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top