KALIMANTAN TIMUR — Anna Mallett meninggalkan jabatannya sebagai VP Production Netflix untuk wilayah Inggris dan EMEA di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja di kantor London. Sekitar 2% hingga 3% dari beberapa ratus staf kantor London terdampak PHK, termasuk sejumlah posisi di bidang PR dan pemasaran. Kepergian Mallett terungkap beberapa pekan setelah Netflix mengumumkan pemotongan 1.000 posisi global.
Netflix memangkas sebagian tenaga kerja di kantor London, dan nama Anna Mallett masuk dalam daftar yang meninggalkan perusahaan. Mallett sebelumnya menjabat VP Production untuk Inggris dan EMEA, wilayah yang mencakup Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Selain dirinya, sejumlah staf di divisi PR dan pemasaran juga dikabarkan terkena PHK.
Skala pemotongan di kantor London tergolong kecil dibanding pengurangan global, yakni sekitar 2% sampai 3% dari beberapa ratus karyawan. Angka itu belum termasuk proyeksi pemotongan besar yang diumumkan Netflix di tingkat perusahaan.
Mallett bergabung dengan Netflix sekitar lima tahun lalu dan menangani produksi serial televisi maupun film di Inggris dan EMEA. Periode tersebut bertepatan dengan sejumlah karya besar Netflix di kawasan, termasuk Baby Reindeer, Adolescence, serta musim-musim akhir Money Heist dan spin-off Berlin.
Sebelum masuk Netflix, Mallett dikenal sebagai figur senior di industri media internasional. Ia pernah menjabat CEO ITN, perusahaan produksi berita untuk ITV, Channel 4, dan Channel 5. Sebelumnya lagi, ia menjabat Group COO dan Managing Director Production di BBC Studios.
Kabar PHK di London muncul beberapa pekan setelah Netflix mengumumkan pemangkasan 1.000 posisi, setara sekitar 6% dari total karyawan global. Tim produk, teknologi, legal, dan SDM disebut sebagai area yang paling terdampak.
Sejumlah nama besar turut meninggalkan streamer tersebut, termasuk content chief Bela Bajaria dan bos film Dan Lin. Bajaria digantikan Peter Rice, eksekutif kelahiran Inggris yang sebelumnya berkarier di industri hiburan Amerika Serikat.
Netflix sendiri tengah menghadapi pertumbuhan yang melambat, baik dari sisi jumlah pelanggan maupun durasi tontonan, diikuti penurunan harga saham. Kondisi itu menjadi latar belakang efisiensi yang kini merembet ke kantor-kantor regional.
Posisi Mallett selama ini bersinggungan langsung dengan pipeline produksi lokal Netflix di Inggris dan EMEA. Wilayah itu menjadi salah satu mesin pertumbuhan konten streamer, dengan strategi membangun hub produksi lokal yang menghasilkan hits lintas negara.
Belum ada keterangan resmi dari Netflix soal siapa yang akan mengisi kekosongan posisi VP Production untuk kawasan tersebut. Bagi pelaku industri di Indonesia, dinamika ini relevan dicermati karena Netflix juga aktif memproduksi konten orisinal lokal dan menjadikan Asia Tenggara salah satu pasar pertumbuhan.
Kabar kepergian Mallett pertama kali dilaporkan The Ankler sebelum dikonfirmasi sejumlah media industri. Pemangkasan di London menambah daftar restrukturisasi yang dilakukan streamer besar di tengah tekanan efisiensi biaya produksi dan persaingan platform.