BALIKPAPAN — Catatan 17,52 detik membawa Anggi Praditha Septiany ke podium tertinggi nomor 100 meter putri. Pesaing terdekatnya, Dwi Suliati asal Bontang, finis di posisi kedua dengan 19,38 detik, disusul Ira Nur Aijah dari Samarinda di tempat ketiga dengan 20,10 detik. Selisih hampir dua detik itu menegaskan dominasi Anggi sepanjang lintasan.
Medali emas ini menjadi koleksi kedua bagi PWI Kota Balikpapan di ajang provinsi tersebut. Sebelumnya, kontingen tuan rumah membuka perolehan emas lewat cabang bulu tangkis pada Rabu (4/11/2026).
Koordinator Cabor Atletik PORWADA IV Kaltim 2026, Maulana, menilai persaingan tahun ini berlangsung ketat. Sebanyak 18 atlet pilihan dari sembilan kabupaten/kota se-Kalimantan Timur ambil bagian dalam nomor-nomor yang dipertandingkan.
"Kami sangat mengapresiasi antusiasme seluruh peserta. Sebanyak 18 atlet dari sembilan kabupaten/kota ambil bagian dan menunjukkan performa luar biasa di sini," ujar Maulana.
Di nomor 100 meter putra, Gregorius Agung Salmon dari Samarinda keluar sebagai yang tercepat dengan 13,21 detik. Posisi kedua diraih Rezwan Ananda dari Bontang (13,83 detik), sedangkan Ipan Saputra dari Penajam Paser Utara mengamankan tempat ketiga dengan 14,52 detik.
Guyuran hujan deras di Lapangan Sudirman tidak menyurutkan mental para jurnalis yang turun di lintasan. Seluruh rangkaian lomba tetap berjalan lancar berkat sportivitas peserta.
"Meski cuaca diguyur hujan, para peserta tetap menunjukkan semangat membaja di lapangan. Alhamdulillah, seluruh rangkaian perlombaan dapat berjalan dengan sukses dan aman," kata Maulana.
Maulana menegaskan esensi PORWADA IV Kaltim 2026 bukan sekadar perburuan medali. Ajang ini menjadi momentum mempererat silaturahmi dan solidaritas antarinsan pers di Bumi Mulawarman.
"PORWADA bukan semata-mata tentang siapa yang paling cepat atau siapa yang meraih medali, tetapi tentang bagaimana kita menjaga silaturahmi, kekompakan, dan sportivitas antarwartawan," tambahnya.
Bagi PWI Balikpapan, hasil di lintasan atletik menjadi modal menghadapi sisa pertandingan. Kontingen tuan rumah kini memegang dua emas dari dua cabang berbeda.