SAMBOJA — Personel Polsek Samboja bersama tim gabungan bergerak cepat ke lokasi kebakaran setelah menerima laporan dari warga setempat. Kobaran api cepat membesar karena tutupan vegetasi berupa pakisan dan selingsing dalam kondisi kering. Petugas memperkirakan area yang terbakar mencapai sekitar 50 hektare.
Pemadaman berlangsung marathon hingga dini hari. Tim membuat sekat bakar untuk membendung perambatan api agar tidak mendekati lintasan jalan tol maupun pemukiman warga.
Karakter Api Gambut Perlu Penanganan Ekstra
Lahan gambut menyimpan api di bawah permukaan tanah, sehingga pemadaman tidak bisa dilakukan hanya dari atas. Petugas harus menyisir titik-titik panas yang masih menyala di kedalaman untuk mencegah kebakaran muncul kembali.
Puluhan personel dari berbagai unsur dikerahkan dalam operasi ini. Unsur yang terlibat meliputi Polsek Samboja, Koramil Samboja, BKO Brimob, Damkarmatan Samboja, Jasa Marga, MPA, PMI, BOSF, Jejak Pulang, Pramuka Peduli, dan Yonkav.
Berbagai armada dikerahkan maksimal, mulai dari mobil pemadam, unit tangki air Jasa Marga dan PMI, hingga mesin pompa air.
Pasokan Air Habis, Pemadaman Dihentikan Sementara
Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid memimpin langsung koordinasi di lapangan bersama jajaran BPBD Kukar dan BPBD Provinsi Kaltim. Tim gabungan menghadapi kendala berat akibat terbatasnya sumber air di lokasi dan sulitnya medan tempuh.
Operasi pemadaman sempat dihentikan sementara pada pukul 03.10 WITA karena pasokan air habis. Pemadaman dilanjutkan kembali setelah konsolidasi armada suplai.
Hingga proses pemadaman berlangsung, petugas terus bersiaga ketat di lokasi. Pengawasan difokuskan untuk memastikan tidak ada potensi kepulan asap yang mengganggu jarak pandang pengguna jalan tol.