Pencarian

Bus Sekolah Si Bulan Sleman Terkendala Armada Tua dan Harga BBM

Sabtu, 26 September 2026 • 14:47:01 WIB
Bus Sekolah Si Bulan Sleman Terkendala Armada Tua dan Harga BBM
Armada Bus Si Bulan di Koridor 3 dan 4 disebut berusia tua sehingga fasilitas AC tidak berfungsi optimal.

KALIMANTAN TIMUR — Layanan Bus Sekolah Layak Anak (Si Bulan) di Kabupaten Sleman masih menghadapi kendala operasional setelah lebih dari satu tahun berjalan, terutama armada tua di Koridor 3 dan 4 serta kenaikan harga BBM non-subsidi. Dinas Perhubungan Sleman berharap ada kebijakan pemerintah soal BBM subsidi agar ritase penjemputan pelajar tidak berkurang. Layanan ini sendiri lahir untuk menekan angka kecelakaan pelajar di Sleman.

Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman mengakui layanan Bus Sekolah Layak Anak (Si Bulan) belum sepenuhnya mulus sejak pertama beroperasi lebih dari setahun lalu. Kepala Seksi Keselamatan Transportasi Dishub Sleman, Rosalyna Setia Wardhani, menyampaikan hal itu dalam Podcast Pinarak Sleman.

Dua persoalan utama yang disorot adalah kondisi armada dan biaya bahan bakar. Keduanya berdampak langsung pada kualitas layanan yang diterima pelajar setiap hari sekolah.

Armada Koridor 3 dan 4 Berusia Tua, AC Tidak Berfungsi Optimal

Rosalyna menyebut armada bus yang melayani Koridor 3 dan 4 sudah berusia cukup lama. Kondisi itu membuat sejumlah fasilitas di dalam kabin tidak lagi bekerja maksimal.

Pendingin udara atau AC menjadi salah satu keluhan penumpang. Fasilitas tersebut tidak berfungsi dengan baik, sehingga kenyamanan pelajar selama perjalanan terganggu. Persoalan ini menjadi catatan tersendiri bagi Dishub Sleman yang mengusung konsep transportasi ramah anak.

Plat Merah Tidak Boleh Pakai BBM Subsidi, Ritase Terancam

Kendala kedua datang dari sisi pembiayaan. Armada Si Bulan menggunakan pelat kendaraan berwarna merah, sehingga tidak diperbolehkan mengonsumsi BBM bersubsidi.

Kenaikan harga BBM membuat biaya operasional membengkak. Rosalyna berharap pemerintah pusat memberi kebijakan khusus agar bus sekolah bisa memakai BBM subsidi.

"Kami harapkan nanti kendaraan kami ini bisa menggunakan BBM subsidi, sehingga tidak ada pengurangan ritase. Yang awalnya kami melayani di jam penjemputan dari jam satu siang sampai jam empat sore, tetap konsisten di jam tersebut," ujarnya.

Ia menegaskan harapan itu sebagai bentuk kebutuhan mendesak. "Jadi memang betul-betul kami harapkan ada kebijakan dari pemerintah tentang BBM subsidi," kata Rosalyna.

Lahir dari Tingginya Kecelakaan Pelajar di Sleman

Kehadiran Si Bulan dilatarbelakangi tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pelajar di Kabupaten Sleman. Layanan ini dirancang agar anak-anak bisa berangkat dan pulang sekolah tanpa menghadapi kepadatan lalu lintas maupun risiko kecelakaan.

"Nah, dengan Si Bulan ini anak-anak dan orang tua tentunya tidak perlu khawatir. Kami layani anak-anak dengan armada yang sudah laik jalan dan awak bus yang sudah kami sertifikasi, termasuk pengemudinya. Jadi semuanya aman, selamat sampai rumah," kata Rosalyna.

Klaim laik jalan itu menjadi poin penting, mengingat sebagian armada justru tengah bermasalah dari sisi usia kendaraan dan fasilitas kabin.

Imbauan untuk Orang Tua: Jangan Beri Motor ke Anak di Bawah Umur

Rosalyna juga mengimbau para orang tua agar tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak yang belum cukup usia. Menurutnya, kebiasaan itu membahayakan anak saat berkendara.

Imbauan tersebut muncul karena angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sleman masih menjadi perhatian. Layanan Si Bulan diposisikan sebagai alternatif aman bagi pelajar yang jarak rumah ke sekolahnya tidak memungkinkan ditempuh jalan kaki.

Perbaikan armada dan kepastian pasokan BBM murah akan menentukan apakah jam layanan Si Bulan bisa dipertahankan seperti sekarang atau justru dikurangi.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks