KALIMANTAN TIMUR — Aplikasi Meta Muse dilaporkan mengakses database pesan iMessage di perangkat Mac dan iPhone meski pengguna sudah menolak izin aksesnya. Seorang penulis teknologi menemukan aplikasi agen AI itu menyinkronkan pesan hingga baris ke-187.462 di perangkat uji miliknya. Temuan ini memicu kekhawatiran soal keamanan data pribadi bagi pengguna yang memberi akses penuh ke agen AI.
Meta Muse adalah agen AI pribadi yang dirilis untuk iPhone dan Mac, dan aplikasi ini sempat melonjak ke posisi teratas App Store tak lama setelah peluncurannya. Popularitas itu berbanding lurus dengan risiko yang menyertainya. Seorang penulis teknologi yang menguji aplikasi ini di komputer khusus justru menemukan pelanggaran izin yang serius.
Apa Itu Meta Muse dan Mengapa Berisiko
Muse termasuk kategori agen AI, sistem yang dirancang menjalankan tugas atas nama pengguna, mulai dari menyusun riset hingga mengelola pesan. Kemampuan ini menjadi nilai jual utama, tetapi juga membuka pintu lebar bagi akses data pribadi. Meta dikenal memiliki rekam jejak privasi yang buruk, dan model bisnisnya bertumpu pada pengumpulan data pengguna sebanyak mungkin.
Apple sendiri menghadirkan kemampuan serupa lewat Siri AI, tetapi dengan lapisan pengamanan privasi yang diklaim lebih ketat. Perbedaan pendekatan inilah yang membuat sejumlah pengamat menyarankan kehati-hatian ekstra sebelum memberikan izin penuh ke aplikasi pihak ketiga.
Kronologi Temuan Jason Ashton
Penulis teknologi Jason Ashton menguji Muse di mesin percobaan, bukan Mac pribadinya. Meski sudah secara eksplisit menolak memberikan akses ke pesan, kalender, dan informasi pribadi lain, aplikasi itu tetap membaca iMessage miliknya.
Kejadian bermula saat Ashton sedang berbincang dengan rekan podcast-nya, Stephen Robles, tentang iPhone terbaru. Beberapa saat kemudian, Muse mengirim notifikasi push yang menyarankan topik percakapan mereka sebagai bahan kolom, lengkap dengan tawaran menyusun riset. Ia tidak pernah meminta hal itu, dan tidak pernah memberi izin membaca pesan.
Ketika dipertanyakan, aplikasi tersebut memberi jawaban yang tidak akurat. Muse mengklaim hanya mengakses teks pesan yang tampil di notifikasi. Setelah ditelusuri lebih jauh, Muse ternyata menyinkronkan pesan dari database Messages lokal dan mengunggahnya sebagai sumber data. Di perangkat Ashton, sinkronisasi itu mencapai baris ke-187.462.
Respons Meta dan Laporan Pengguna Lain
Pengguna lain melaporkan masalah privasi serupa. Sebagian insiden tersebut diatribusikan Meta sebagai akibat bug alias kesalahan perangkat lunak. Belum ada penjelasan rinci soal berapa banyak perangkat yang terdampak atau data apa saja yang sudah terunggah.
Bagi pengguna di Indonesia, kasus ini relevan mengingat popularitas aplikasi AI berbasis cloud terus meningkat. Memberi izin akses ke pesan, kalender, dan kontak berarti menyerahkan data percakapan pribadi ke server pihak ketiga. Regulasi pelindungan data pribadi di Indonesia memang mengatur pemrosesan data, tetapi pengawasan praktik lintas negara seperti ini masih menjadi tantangan tersendiri.
Cara Membatasi Akses Agen AI di Perangkat Apple
Pengguna yang tetap ingin mencoba aplikasi agen AI sebaiknya membatasi izin sejak awal. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Buka Settings, lalu telusuri menu Privacy & Security untuk memeriksa izin per aplikasi.
- Cabut akses ke Messages, Calendar, Contacts, dan Photos jika tidak diperlukan.
- Gunakan mesin atau perangkat terpisah untuk menguji aplikasi yang belum terpercaya.
- Matikan sinkronisasi data di pengaturan internal aplikasi bila tersedia.
- Periksa ulang izin secara berkala, terutama setelah pembaruan aplikasi.
Meta Muse menawarkan kemudahan yang menggiurkan, tetapi temuan Ashton menunjukkan bahwa janji privasi di layar pengaturan belum tentu dijalankan di belakang. Pengguna yang menyimpan percakapan sensitif di iMessage sebaiknya menunda memberi akses penuh sampai Meta memperbaiki transparansi dan mekanisme izinnya.