KALIMANTAN TIMUR — Dinas Perhubungan Kutai Timur merancang Pelabuhan Kenyamukan di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, sebagai destinasi wisata terintegrasi yang menggabungkan fungsi bongkar muat dengan kawasan ekonomi dan budaya. Konsep pengembangan mencakup penataan terminal, area UMKM, dan akses pariwisata di sekitar pelabuhan. Rencana ini akan dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Kutai Timur.
Kepala Dinas Perhubungan Kutai Timur, Poniso Suryo Renggono, memaparkan konsep jangka panjang pengembangan Pelabuhan Kenyamukan. Pelabuhan yang selama ini dikenal sebagai fasilitas bongkar muat itu tidak hanya dirancang untuk kebutuhan logistik, tetapi juga sebagai destinasi wisata terintegrasi.
Menurut Poniso, konsep tersebut mencakup penataan kawasan terminal, area UMKM, hingga akses pariwisata di sekitar pelabuhan. Kawasan itu dinilai berpotensi menumbuhkan ekonomi lokal sekaligus menjadi pusat destinasi wisata budaya di wilayah timur Kutai Timur.
Apa Saja yang Akan Ditata di Kawasan Pelabuhan
Pengembangan Pelabuhan Kenyamukan menyentuh tiga area utama. Pertama, penataan kawasan terminal agar lebih tertata dan mendukung aktivitas logistik maupun kunjungan wisatawan.
Kedua, penyiapan area UMKM yang diharapkan menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal menjajakan produk mereka. Ketiga, pembukaan akses pariwisata di sekitar pelabuhan untuk menghubungkan kawasan ini dengan destinasi wisata budaya di wilayah timur Kutai Timur.
Poniso menyebut kawasan itu berpotensi menumbuhkan ekonomi lokal sekaligus menjadi pusat destinasi wisata budaya. "Nanti ekonomi tumbuh, wisata juga akan tumbuh bareng," ujarnya.
Mengapa Butuh Koordinasi Lintas Dinas
Pengembangan konsep ini membutuhkan koordinasi lintas dinas. Dinas Pariwisata dilibatkan untuk penataan destinasi, sementara Dinas Pertanahan menangani pembebasan lahan terminal dan area UMKM.
Poniso menyebut rencana ini akan diusulkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati. Kolaborasi antar-dinas itu dinilai penting agar penataan kawasan berjalan sesuai rencana jangka panjang.
Kendala Pengelolaan Operasional Pelabuhan
Meski konsep pengembangan sudah disiapkan, pengelolaan operasional pelabuhan ke depan masih menghadapi kendala. Kutai Timur belum memiliki Perusahaan Daerah (Perusda) yang berkinerja memadai.
Menurut Poniso, jika daerah ingin memperoleh pendapatan asli daerah dari operasional pelabuhan, pengelolaannya idealnya melalui Perusda. "Kita belum punya Perusda yang, dalam tanda kutip, kinerjanya dan prestasinya itu belum informasi jelas. Tapi saya kemarin berpikir, kita enggak usah pikir operasional dulu. Bangun dulu," katanya.
Fokus Saat Ini: Selesaikan Pembangunan Fisik
Poniso menegaskan pihaknya untuk saat ini berfokus menyelesaikan pembangunan fisik pelabuhan. Skema operasional dan pengelolaan jangka panjang akan dibahas menyusul bersama pimpinan daerah.
"Kami akan fokus terhadap pelabuhan Kenyamukan terlebih dahulu, karena selain memang dapat menghasilkan efek positif bagi perekonomian masyarakat, pelabuhan tersebut juga dapat memperlancar distribusi barang dan jasa," katanya.
Bagi traveler yang menanti wajah baru kawasan timur Kutai Timur, pengembangan Pelabuhan Kenyamukan menjadi salah satu proyek yang layak dipantau. Informasi terkini soal jadwal pembangunan dan akses wisata dapat dikonfirmasi ke Dinas Perhubungan atau Dinas Pariwisata Kutai Timur.