Balikpapan — Pada Selasa, 28 April 2026, Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Timur mengambil peran aktif dalam kegiatan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Acara diselenggarakan di Aula Kantor Kelurahan Telaga Sari, Kecamatan Balikpapan Kota, melibatkan berbagai lembaga untuk membangun komitmen bersama dalam perlindungan kelompok rentan.
Kehadiran Polda Kaltim dalam forum lintas sektor menunjukkan keseriusan institusi kepolisian dalam mendukung program pencegahan kekerasan. Kolaborasi antar instansi daerah, khususnya dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), menjadi strategi integral untuk menciptakan ekosistem perlindungan yang lebih kuat.
Dalam kesempatan tersebut, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kaltim AKBP Musliadi Mustafa, S.E., hadir sebagai narasumber untuk menyampaikan perspektif kepolisian dalam upaya pencegahan kekerasan. Partisipasi pejabat polda ini menekankan komitmen untuk memberikan edukasi dan pemahaman mendalam tentang mekanisme pencegahan yang telah dikembangkan oleh institusi kepolisian.
Kehadiran Sekretaris PWI Kaltim M. Maulana sebagai narasumber tambahan menunjukkan dukungan lintas elemen masyarakat, termasuk organisasi jurnalis, dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Forum ini memberikan platform bagi berbagai stakeholder untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan strategi efektif dalam menangani isu kekerasan.
Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan prioritas utama bagi pemerintah daerah Kalimantan Timur. Melalui forum kerja sama lintas sektor seperti ini, berbagai pihak diharapkan dapat mengidentifikasi celah dalam sistem perlindungan dan mengembangkan solusi terpadu yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Kelurahan Telaga Sari mencerminkan upaya sistematis untuk menjangkau masyarakat tingkat kelurahan sebagai basis pencegahan. Dengan melibatkan perangkat kelurahan, dinas terkait, dan institusi kepolisian, diharapkan pesan perlindungan dapat tersampaikan hingga ke tingkat grassroot dan meningkatkan kesadaran kolektif dalam mencegah kekerasan.
Sinergi lintas sektor yang terjalin dalam kegiatan ini diharapkan terus berkembang menjadi program-program konkret yang memberikan dampak nyata bagi perempuan dan anak di Balikpapan dan sekitarnya. Kolaborasi antara Polda Kalimantan Timur, DP3AKB, PWI, dan elemen masyarakat lainnya menjadi fondasi kuat untuk membangun budaya intoleran terhadap segala bentuk kekerasan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi kelompok rentan di komunitas.