SAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, secara resmi menegaskan arah baru pembangunan Bumi Etam yang kini berfokus pada transformasi ekonomi melalui sektor bernilai tambah tinggi. Komitmen strategis ini disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang berlangsung di Pendopo Lamin Etam, Kamis (30/4/2026).
Dalam arahannya, Gubernur yang akrab disapa Harum tersebut menekankan bahwa Kalimantan Timur harus mulai berani melepaskan ketergantungan pada ekspor komoditas mentah. Selama ini, struktur ekonomi daerah masih sangat didominasi oleh sektor minyak, gas bumi, dan batu bara yang dinilai sangat rentan terhadap gejolak fluktuasi harga di pasar global.
Transformasi Menuju Sektor Bernilai Tambah Tinggi
Langkah transformasi ini diambil sebagai respons atas tantangan ekonomi masa depan yang menuntut kemandirian daerah. Rudy Mas’ud menjelaskan bahwa tren pergeseran struktur ekonomi di Kalimantan Timur sebenarnya sudah menunjukkan arah positif dalam beberapa tahun terakhir, namun percepatan tetap diperlukan agar hasilnya lebih optimal bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus bergerak lebih cepat mengubah motor perekonomian daerah menuju sektor-sektor bernilai tambah tinggi,” tegas Gubernur Harum di hadapan para pemangku kepentingan. Ia menambahkan bahwa upaya ini sejalan dengan tema pembangunan nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto, yakni mengedepankan produktivitas dan hilirisasi industri untuk memperkuat kedaulatan ekonomi.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memandang bahwa hilirisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan. Dengan mengolah bahan mentah menjadi produk jadi atau setengah jadi di dalam daerah, maka lapangan kerja baru akan terbuka luas dan pendapatan asli daerah (PAD) dapat meningkat secara berkelanjutan tanpa harus terus-menerus mengandalkan pengerukan sumber daya alam yang tidak terbarukan.
Percepatan Infrastruktur dan Konektivitas Wilayah
Untuk mendukung ambisi besar transformasi ekonomi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong penguatan infrastruktur dasar. Konektivitas antarwilayah menjadi prioritas utama guna memastikan distribusi barang dan jasa berjalan efisien di seluruh kabupaten dan kota. Gubernur Harum menyadari bahwa tanpa akses jalan yang mumpuni, potensi ekonomi di daerah pedalaman akan sulit berkembang.
Dalam forum Musrenbang tersebut, Gubernur secara khusus meminta dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari pemerintah pusat untuk mendanai sejumlah ruas jalan strategis. Beberapa jalur utama yang menjadi sorotan antara lain adalah perbaikan dan peningkatan kualitas jalan lintas Samarinda-Bontang, Sangatta-Muara Wahau, hingga jalur Tabang di Kutai Kartanegara.
Pembangunan infrastruktur jalan ini dianggap sebagai kunci pembuka isolasi wilayah sekaligus penggerak roda ekonomi di sektor-sektor non-tambang. Dengan akses yang lebih baik, biaya logistik dapat ditekan dan daya saing produk lokal Kalimantan Timur diharapkan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Penguatan Ekonomi Inklusif dan Sektor Kreatif
Selain menyasar industri skala besar melalui hilirisasi, Gubernur Rudy Mas’ud memastikan bahwa manfaat pembangunan harus dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, fokus pemerintah ke depan juga akan tertuju pada penguatan ekonomi inklusif yang melibatkan pelaku usaha kecil di akar rumput.
Sektor-sektor seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pariwisata, serta ekonomi kreatif akan mendapatkan porsi perhatian yang lebih besar dalam perencanaan tahun 2027. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang produktif agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam arus transformasi industri, tetapi juga menjadi pelaku aktif yang mandiri secara ekonomi.
Melalui perencanaan yang harmonis antara pemerintah pusat dan daerah, Pemprov Kaltim optimistis dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah, tetapi juga membawa dampak nyata pada penurunan angka kemiskinan yang lebih signifikan di masa depan bagi seluruh warga Kalimantan Timur.