Pencarian

Pengangguran Kaltim Turun Jadi 5,27 Persen, Pekerja Formal Meningkat

Rabu, 06 Mei 2026 • 12:24:01 WIB
Pengangguran Kaltim Turun Jadi 5,27 Persen, Pekerja Formal Meningkat
Tingkat pengangguran di Kalimantan Timur turun menjadi 5,27 persen pada Februari 2026.

SAMARINDA — Pasar kerja di Kalimantan Timur menunjukkan tren penguatan pada awal tahun 2026. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat jumlah penduduk yang bekerja pada kegiatan formal kini mencapai 1.106.348 orang atau setara 55,45 persen dari total penduduk bekerja.

Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 2,37 persen poin dibandingkan periode Februari 2025. Sebaliknya, proporsi pekerja di sektor informal mengalami penyusutan dari 943,10 ribu orang menjadi 888,87 ribu orang dalam satu tahun terakhir.

Sektor Formal Kaltim Serap 1,10 Juta Tenaga Kerja

Kenaikan jumlah pekerja formal menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi daerah. Penyerapan tenaga kerja di sektor ini dianggap lebih berkualitas karena umumnya memberikan jaminan upah dan perlindungan sosial yang lebih baik dibandingkan sektor informal.

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, menjelaskan bahwa dinamika ini terjadi di tengah penurunan jumlah angkatan kerja. Per Februari 2026, angkatan kerja di Kaltim tercatat sebanyak 2.106.306 orang, berkurang sekitar 16.850 orang dibandingkan posisi Februari tahun lalu.

“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kalimantan Timur Februari 2026 sebesar 5,27 persen, turun 0,06 persen poin dibandingkan dengan Februari 2025,” ujar Mas’ud Rifai dalam konferensi pers secara daring, Selasa (5/5/2026).

Pertanian dan Perdagangan Masih Jadi Penopang Utama

Struktur lapangan pekerjaan di Kalimantan Timur belum banyak bergeser secara fundamental. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 19,57 persen atau mencakup 390.461 orang.

Posisi kedua ditempati oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran yang menyerap 16,96 persen atau sekitar 338.446 tenaga kerja. Sementara itu, sektor Penyediaan Listrik dan Air mencatatkan kontribusi paling rendah, yakni hanya 1,01 persen dengan serapan 20.200 orang.

BPS juga mencatat profil penduduk bekerja berdasarkan jam kerja. Persentase pekerja setengah penganggur turun 0,82 persen poin, namun di sisi lain, kelompok pekerja paruh waktu justru naik 0,92 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bagaimana Tren Pendidikan Pekerja di Kaltim?

Selama periode Februari 2025 hingga Februari 2026, terjadi pergeseran kualifikasi pendidikan pada penduduk yang bekerja. Proporsi pekerja mengalami peningkatan pada jenjang pendidikan SMP, SMK, serta lulusan pendidikan tinggi (Diploma IV, S1, S2, hingga S3).

“Sekitar 66 dari 100 orang Penduduk Usia Kerja di Kalimantan Timur aktif dalam perekonomian,” tambah Mas’ud.

Secara keseluruhan, meskipun jumlah penduduk yang bekerja secara total menurun sebanyak 14.776 orang menjadi 1.995.214 orang, penguatan di sektor formal dan penurunan tipis angka pengangguran memberikan gambaran resiliensi ekonomi Kalimantan Timur di tengah perubahan jumlah angkatan kerja.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks