PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Asosiasi Logistik Digital Economy Indonesia (ALDEI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta, Sabtu (9/5/2026). Sinergi ini merupakan respons terhadap lonjakan biaya pengiriman udara yang dipicu oleh kenaikan harga avtur serta ketidakpastian geopolitik global. Penguatan jalur laut kini menjadi prioritas utama guna memastikan distribusi barang tetap efisien dan kompetitif di tengah tekanan ekonomi.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan langsung oleh Direktur Operasi dan Transformasi ASDP, Rio Lasse, bersama Ketua ALDEI, Imam Sedayu Pusponegoro, di Swiss-Belinn Cawang. Langkah strategis tersebut diambil saat industri logistik nasional mulai mencari alternatif moda transportasi yang lebih tahan terhadap fluktuasi harga energi global. Integrasi antara platform logistik digital dan infrastruktur penyeberangan laut diharapkan mampu memangkas rantai distribusi yang selama ini bergantung pada jalur udara.
Kenaikan harga bahan bakar pesawat atau avtur telah menciptakan efek domino pada struktur biaya logistik nasional. Kondisi ini diperparah oleh ketidakpastian situasi geopolitik yang mengganggu stabilitas pasokan energi dunia. Akibatnya, margin keuntungan pelaku usaha logistik tergerus, sementara beban biaya di tingkat konsumen akhir terus meningkat.
Ketua ALDEI, Imam Sedayu Pusponegoro, menegaskan bahwa kolaborasi dengan ASDP adalah jawaban nyata atas tekanan yang sedang dialami industri. Menurutnya, pelaku industri kini tidak lagi memiliki pilihan selain melakukan diversifikasi moda angkutan. Jalur laut dipandang sebagai solusi yang paling masuk akal untuk menjaga stabilitas harga pengiriman di pasar domestik.
"Kondisi global yang tidak menentu serta kenaikan harga avtur telah berdampak langsung pada meningkatnya biaya logistik udara. Hal ini mendorong perlunya alternatif yang lebih stabil dan efisien, salah satunya melalui optimalisasi logistik maritim," ujar Imam dalam keterangan resminya.
Melalui kemitraan ini, ASDP memposisikan diri sebagai tulang punggung distribusi barang yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia. Fokus utamanya adalah memanfaatkan jaringan penyeberangan feri untuk mendukung kebutuhan logistik ekonomi digital yang tumbuh pesat. Efisiensi biaya menjadi daya tarik utama dalam transisi beban angkutan dari udara ke laut.
Sinergi ini juga mencakup integrasi operasional yang lebih ramping antara penyedia jasa logistik digital di bawah naungan ALDEI dengan layanan transportasi laut milik ASDP. Dengan mengoptimalkan jalur maritim, industri logistik diharapkan memiliki daya tahan lebih kuat terhadap guncangan eksternal. Selain aspek biaya, penguatan jalur laut ini juga selaras dengan upaya menciptakan ekosistem distribusi yang lebih berkelanjutan.
Implementasi Nota Kesepahaman ini akan segera ditindaklanjuti dengan pemetaan jalur-jalur potensial yang bisa dialihkan dari kargo udara ke kapal feri. ASDP dan ALDEI berkomitmen untuk memastikan proses transisi ini tidak mengganggu kecepatan pengiriman yang menjadi tuntutan utama dalam ekonomi digital. Penguatan infrastruktur pelabuhan dan digitalisasi layanan penyeberangan menjadi kunci utama keberhasilan kolaborasi ini ke depan.