PENAJAM — Proses pencarian warga yang dilaporkan hilang di kawasan hutan PT ITCIKU, Sepaku, Kabupaten PPU, masih terus berlangsung hingga hari ketiga. Tim SAR gabungan dari berbagai unsur memutuskan memperluas area penyisiran jalur darat untuk mempercepat proses evakuasi.
Korban dilaporkan masuk ke hutan untuk mencari hewan buruan dan belum kembali hingga beberapa hari. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian ini kepada aparat setempat, yang langsung mengkoordinasikan upaya pencarian.
Kepala Basarnas PPU, melalui Koordinator Lapangan, menyebutkan bahwa tim memperluas radius pencarian hingga 5 kilometer dari titik awal korban terakhir terlihat. "Penyisiran difokuskan pada jalur darat yang kerap digunakan warga untuk beraktivitas di dalam hutan," ujarnya dalam keterangan di lokasi.
Tim terdiri dari personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat sekitar. Mereka menyusuri semak belukar, aliran sungai kecil, serta jalur bekas tebangan kayu yang mungkin dilalui korban.
Medan di kawasan hutan PT ITCIKU dikenal cukup berat dengan kontur berbukit dan ditumbuhi vegetasi rapat. Kondisi cuaca yang tak menentu dalam beberapa hari terakhir turut memperlambat proses penyisiran. Hujan deras sempat mengguyur lokasi pada Rabu (26/3/2025) malam, membuat sejumlah titik licin dan sulit dijangkau.
Tim SAR juga menggunakan alat komunikasi portabel dan peluit untuk memanggil korban dari jarak jauh. Namun, hingga saat ini belum ada respons atau tanda-tanda keberadaan warga yang hilang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga sekitar agar tidak beraktivitas sendirian di kawasan hutan, terutama tanpa perlengkapan komunikasi yang memadai. Pihak kepolisian setempat mengimbau warga yang hendak masuk ke hutan untuk selalu memberitahu keluarga atau perangkat desa terlebih dahulu.
Pencarian akan terus dilakukan hingga hari keempat jika hasil penyisiran hari ini belum membuahkan hasil. Tim SAR juga menyiapkan skenario pencarian menggunakan anjing pelacak jika diperlukan.
Tim SAR masih berupaya menemukan titik terang keberadaan korban. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi fisik atau tanda-tanda kehidupan dari warga yang hilang tersebut.
Laporkan segera ke perangkat desa, Polsek terdekat, atau kantor Basarnas setempat. Sertakan informasi lokasi terakhir korban, waktu kepergian, serta ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan untuk mempercepat proses pencarian.