SAMARINDA — Direktur Operasi Pelindo Prasetyadi menegaskan pengalaman Samarinda membuktikan pengelolaan risiko secara disiplin menghasilkan dampak terukur. Penurunan insiden diraih berkat penguatan mitigasi ketat, terutama di area pelintasan Jembatan Mahakam yang selama ini memiliki tingkat kerawanan operasional tinggi.
Pelindo kini mewajibkan pengarahan keselamatan komprehensif sebelum seluruh kegiatan pemanduan kapal dimulai. Transformasi ini didukung sensor canggih dan sistem telemetri untuk pemantauan aktivitas secara waktu nyata.
"Kami mencatat aspek keselamatan operasional selalu dipengaruhi beragam faktor saling terkait, mulai dari kualitas sumber daya manusia hingga kondisi lingkungan," kata Prasetyadi di Samarinda, Kamis.
Prasetyadi menegaskan standar keselamatan merupakan fondasi utama menjaga keandalan layanan kepelabuhanan dan kelancaran arus logistik nasional. Menurutnya, peningkatan pelayanan prima dan keselamatan kerja adalah dua hal fundamental yang tidak dapat dipisahkan.
Kedua aspek itu harus ditopang kompetensi, profesionalisme, integritas, serta kepatuhan mutlak terhadap prosedur standar operasi perusahaan.
General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda Capt Suparman menilai keberhasilan menekan angka insiden merupakan hasil kerja keras bersama seluruh elemen pekerja. Pihaknya berkomitmen konsisten menempatkan keselamatan sebagai prioritas tertinggi.
"Melalui transformasi menyeluruh ini, Pelindo menargetkan sistem logistik maritim Indonesia tumbuh modern, berdaya saing global, dan sepenuhnya bebas dari insiden kecelakaan," ujar Suparman.