Pelindo Tetapkan Samarinda sebagai Percontohan Nasional Keselamatan Pemanduan, Insiden Turun 67 Persen

Penulis: Hendra Setiawan  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 01:10:01 WIB
Pelindo tetapkan Samarinda sebagai percontohan nasional keselamatan pemanduan dengan penurunan insiden 67 persen.

SAMARINDA — Direktur Operasi Pelindo Prasetyadi menegaskan pengalaman Samarinda membuktikan pengelolaan risiko secara disiplin menghasilkan dampak terukur. Penurunan insiden diraih berkat penguatan mitigasi ketat, terutama di area pelintasan Jembatan Mahakam yang selama ini memiliki tingkat kerawanan operasional tinggi.

Teknologi Pemantauan Real-Time dan Briefing Wajib

Pelindo kini mewajibkan pengarahan keselamatan komprehensif sebelum seluruh kegiatan pemanduan kapal dimulai. Transformasi ini didukung sensor canggih dan sistem telemetri untuk pemantauan aktivitas secara waktu nyata.

"Kami mencatat aspek keselamatan operasional selalu dipengaruhi beragam faktor saling terkait, mulai dari kualitas sumber daya manusia hingga kondisi lingkungan," kata Prasetyadi di Samarinda, Kamis.

Standar Keselamatan Fondasi Layanan Logistik Nasional

Prasetyadi menegaskan standar keselamatan merupakan fondasi utama menjaga keandalan layanan kepelabuhanan dan kelancaran arus logistik nasional. Menurutnya, peningkatan pelayanan prima dan keselamatan kerja adalah dua hal fundamental yang tidak dapat dipisahkan.

Kedua aspek itu harus ditopang kompetensi, profesionalisme, integritas, serta kepatuhan mutlak terhadap prosedur standar operasi perusahaan.

General Manager: Hasil Kerja Keras Seluruh Elemen

General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda Capt Suparman menilai keberhasilan menekan angka insiden merupakan hasil kerja keras bersama seluruh elemen pekerja. Pihaknya berkomitmen konsisten menempatkan keselamatan sebagai prioritas tertinggi.

"Melalui transformasi menyeluruh ini, Pelindo menargetkan sistem logistik maritim Indonesia tumbuh modern, berdaya saing global, dan sepenuhnya bebas dari insiden kecelakaan," ujar Suparman.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top