BALIKPAPAN — Ancaman karhutla di Kalimantan Timur memasuki fase kewaspadaan tinggi. Polda Kaltim resmi mengaktifkan Operasi Amannusa II 2026 dengan mengerahkan 1.619 personel serta sarana pendukung di wilayah rawan kebakaran.
Kapolda Kaltim Inspektur Jenderal Polisi Endar Priantoro menyebut, puncak kekeringan diprediksi terjadi pada Juli hingga September 2026. Kondisi ini disebutnya berpotensi memicu gangguan di berbagai sektor, mulai dari ketersediaan air bersih, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas ekonomi.
974 Titik Panas Tersebar di Empat Kabupaten
Data aplikasi pemantau Lembuswana mencatat 974 hotspot selama enam bulan pertama 2026. Titik panas tersebut terkonsentrasi di Kabupaten Kutai Timur, Berau, Paser, dan Kutai Barat.
Aplikasi ini bekerja secara real time untuk mendeteksi kemunculan api lebih dini. Dengan begitu, respons di lapangan bisa lebih cepat sebelum api meluas.
Dukungan Infrastruktur dan Enam Satgas Khusus
Operasi Amannusa II 2026 tidak hanya mengandalkan personel. Enam satuan tugas khusus dibentuk untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Selain itu, operasi ini didukung 227 embung, 28 sumur bor, dan 24 sekat kanal. Infrastruktur tersebut berfungsi sebagai sumber air dan pembatas lahan untuk memutus rantai penyebaran api.
Pencegahan Jadi Kunci, Ego Sektoral Harus Hilang
Endar menegaskan bahwa pemadaman hanya langkah akhir. Menurutnya, upaya pencegahan baru berhasil maksimal jika seluruh instansi berwenang bekerja sama dan melibatkan masyarakat.
"Upaya pencegahan baru bisa mendapatkan hasil maksimal apabila instansi yang berwenang bekerja sama dan melibatkan masyarakat," ujarnya di Balikpapan, Rabu.
Senada dengan itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud mengingatkan agar tidak ada ego sektoral dalam penanganan karhutla. Ia menekankan perlunya sinergi lintas instansi, pencegahan berbasis komunitas, serta penerapan kebijakan tanpa bakar atau zero burning policy.
Koordinasi kini diperkuat dengan melibatkan TNI, pemerintah daerah melalui BPBD, barisan pemadam kebakaran, Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan, serta Basarnas.