Pencarian

Polda Kaltim Kerahkan 1.619 Personel di Operasi Amannusa II 2026, Waspadai 974 Titik Panas Karhutla

Kamis, 06 Agustus 2026 • 13:17:31 WIB
Polda Kaltim Kerahkan 1.619 Personel di Operasi Amannusa II 2026, Waspadai 974 Titik Panas Karhutla
Polda Kaltim mengerahkan 1.619 personel dalam Operasi Amannusa II 2026 untuk mengantisipasi karhutla di Kalimantan Timur.

BALIKPAPAN — Ancaman karhutla di Kalimantan Timur memasuki fase kewaspadaan tinggi. Polda Kaltim resmi mengaktifkan Operasi Amannusa II 2026 dengan mengerahkan 1.619 personel serta sarana pendukung di wilayah rawan kebakaran.

Kapolda Kaltim Inspektur Jenderal Polisi Endar Priantoro menyebut, puncak kekeringan diprediksi terjadi pada Juli hingga September 2026. Kondisi ini disebutnya berpotensi memicu gangguan di berbagai sektor, mulai dari ketersediaan air bersih, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas ekonomi.

974 Titik Panas Tersebar di Empat Kabupaten

Data aplikasi pemantau Lembuswana mencatat 974 hotspot selama enam bulan pertama 2026. Titik panas tersebut terkonsentrasi di Kabupaten Kutai Timur, Berau, Paser, dan Kutai Barat.

Aplikasi ini bekerja secara real time untuk mendeteksi kemunculan api lebih dini. Dengan begitu, respons di lapangan bisa lebih cepat sebelum api meluas.

Dukungan Infrastruktur dan Enam Satgas Khusus

Operasi Amannusa II 2026 tidak hanya mengandalkan personel. Enam satuan tugas khusus dibentuk untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Selain itu, operasi ini didukung 227 embung, 28 sumur bor, dan 24 sekat kanal. Infrastruktur tersebut berfungsi sebagai sumber air dan pembatas lahan untuk memutus rantai penyebaran api.

Pencegahan Jadi Kunci, Ego Sektoral Harus Hilang

Endar menegaskan bahwa pemadaman hanya langkah akhir. Menurutnya, upaya pencegahan baru berhasil maksimal jika seluruh instansi berwenang bekerja sama dan melibatkan masyarakat.

"Upaya pencegahan baru bisa mendapatkan hasil maksimal apabila instansi yang berwenang bekerja sama dan melibatkan masyarakat," ujarnya di Balikpapan, Rabu.

Senada dengan itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud mengingatkan agar tidak ada ego sektoral dalam penanganan karhutla. Ia menekankan perlunya sinergi lintas instansi, pencegahan berbasis komunitas, serta penerapan kebijakan tanpa bakar atau zero burning policy.

Koordinasi kini diperkuat dengan melibatkan TNI, pemerintah daerah melalui BPBD, barisan pemadam kebakaran, Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan, serta Basarnas.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks