BALIKPAPAN — Polda Kalimantan Timur mengirimkan 260 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lima polres jajaran. Tambahan kekuatan ini difokuskan untuk memperkuat patroli, pemadaman, dan langkah pencegahan di lapangan.
Lima polres yang menerima bantuan adalah Polres Kutai Barat, Polres Kutai Kartanegara, Polres Kutai Timur, Polres Berau, dan Polres Paser. Pengiriman personel ini merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II.
Karo Ops Polda Kaltim: Personel BKO Harus Jadi Penguat, Bukan Beban
Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Kaltim Kombes Pol Dedi Suryadi memberikan arahan langsung kepada personel yang diberangkatkan di Balikpapan. Ia menekankan agar setiap anggota mengutamakan keselamatan dalam bertugas.
"Kehadiran BKO harus menjadi penguat, bukan beban. Utamakan keselamatan dalam setiap langkah," kata Dedi Suryadi, Kamis (27/8/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa penanggulangan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Aspek kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat harus menjadi perhatian dalam setiap penanganan di lapangan. "Jadikan setiap langkah pengabdian sebagai ladang ibadah," ujarnya.
Lima Wilayah Prioritas: dari Titik Panas hingga Kebakaran Berulang
Pemilihan lima polres tersebut bukan tanpa alasan. Dalam dua pekan terakhir, wilayah-wilayah ini mencatat peningkatan laporan karhutla yang signifikan.
Polres Kutai Barat dan Berau mencatat belasan titik panas yang telah berkembang menjadi kebakaran lahan. Sementara itu, Polres Kutai Timur dan Paser tengah menangani kebakaran berulang di area perkebunan dan semak belukar.
Kondisi berbeda terjadi di Kutai Kartanegara. Karhutla di wilayah ini tersebar di sejumlah kecamatan, sehingga membutuhkan penanganan secara bersamaan dan cepat.
Keterbatasan Personel dan Luasnya Geografis Jadi Pemicu
Pengiriman personel BKO ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan jumlah personel di masing-masing polres. Anggota yang ada masih harus fokus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayahnya masing-masing.
Selain itu, kondisi geografis Kalimantan Timur yang luas menjadi tantangan tersendiri. Personel harus melakukan patroli jarak jauh untuk bisa menjangkau lokasi-lokasi kebakaran yang tersebar.
Polda Kaltim berharap kehadiran personel tambahan ini mampu menekan risiko meluasnya karhutla, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran berulang. Seluruh personel yang bertugas juga diingatkan untuk menjaga disiplin, integritas, dan melakukan koordinasi ketat sesuai prosedur dengan unsur terkait di daerah.