KALIMANTAN TIMUR — Giornate degli Autori, seksi paralel Venice Film Festival, resmi menutup rangkaian penayangan tahun ini dengan mengumumkan para pemenangnya. Film Sometimes Sadness, Sometimes Rebellion (A veces me entra tristeza, otras veces rebelión) keluar sebagai peraih GdA Director's Award.
Juri Giornate degli Autori tahun ini dipimpin sutradara Spanyol Carla Simón, didampingi sutradara Italia Sara Fgaier dan editor Hania Mroué. Mereka memilih karya Aparicio dari sejumlah judul yang bersaing di seksi tersebut.
Sinopsis Sometimes Sadness, Sometimes Rebellion
Film ini dibintangi Eva Bianco sebagai Eva, seorang perempuan yang melintasi Madrid sendirian. Di tengah perjalanannya, ia bertemu Dante, seorang sejarawan Argentina yang diperankan Roger Koza.
Dante sedang meneliti perjuangan buruh dan karya Juan Bialet Massé. Pertemuan keduanya menjadi pintu masuk film untuk membahas isu tenaga kerja, imigrasi, dan privilege.
Alasan Juri Memilih Film Ini
Juri menilai film Aparicio berhasil menyatukan dimensi intim dan muatan politik dalam satu narasi. Pendekatan itu disampaikan lewat mise en scène yang dibangun dari gestur-gestur kecil, bukan peristiwa besar.
"A film that portrays the solitude of the present, holding together an intimate dimension and a political charge, inviting us to think about labor, immigration and privilege through a delicate mise en scène built on small gestures rather than big events," ujar dewan juri.
Juri juga menyebut mereka meninggalkan ruang bioskop dengan perasaan terharu. Kesedihan dan semangat pemberontakan dinilai tidak saling bertentangan, melainkan hidup berdampingan sebagai dua sisi dari kebingungan yang sama.
A Woman Today Raih Europa Cinemas Label
Penghargaan lain, Europa Cinemas Label, jatuh ke tangan film A Woman Today (Une femme aujourd'hui) karya Robert Guediguian. Penghargaan ini digagas jaringan exhibitor Eropa dengan dukungan program MEDIA Uni Eropa, khusus untuk film dan ko-produksi Eropa.
Juri Europa Cinemas Label terdiri dari Maria Gesuato, Vít Jane?ek, Aisling Kane, dan Daniel Tollefsen Altamirano. Film ini mengisahkan seorang profesional muda di bidang keuangan yang hidupnya berubah setelah mengalami serangan kekerasan.
"Une femme aujourd'hui powerfully intertwines the intimate and personal with the political and social, using its protagonist's experience to explore the broader position of women in contemporary society and family life," tulis juri dalam pernyataannya.
Mereka menilai Guediguian mampu menangkap ketegangan antara kebebasan yang tampak, kesuksesan, dan ekspektasi sosial yang bertahan. Film ini juga dianggap menjaga energi serta ketegangan naratif dari awal hingga akhir.
Balcanica Menang People's Choice Award
Penghargaan People's Choice Award diraih Balcanica karya Nicola Sorcinelli. Penghargaan ini ditentukan lewat voting penonton di Sala Perla dan Palazzo del Casinò setiap akhir penayangan seleksi resmi.
Balcanica mengantongi 76 persen suara. Film ini berkisah tentang Nazar, seorang konduktor orkestra yang diperankan Babak Karimi, dan putranya Jalil yang bermain tuba, diperankan Ivar Wafaei.
Ketika musik dilarang di Afghanistan, keduanya terpaksa meninggalkan segalanya. Perjalanan mereka menyusuri rute Balkan menuju Italia penuh ketidakpastian, namun menyimpan harapan bisa bermain musik lagi.
Di tengah perjalanan, mereka bertemu Greta, seorang dokter Italia yang diperankan Mathilda De Angelis. Pilihan-pilihan yang mereka ambil bersama kemudian mengubah hidup ketiganya.
Rangkaian penghargaan ini menutup perhelatan Venice Film Festival tahun ini, sekaligus menegaskan posisi Giornate degli Autori sebagai ruang bagi sinema Eropa dan Amerika Latin yang mengangkat isu sosial kontemporer.