KALIMANTAN TIMUR — Jakarta, CNN Indonesia — Vin Diesel membocorkan kabar terbaru soal film penutup saga Fast & Furious yang berjudul Fast Forever. Dalam sebuah acara pemutaran khusus untuk merayakan 25 tahun film pertama The Fast and the Furious, Diesel mengungkapkan proses syuting film ke-11 waralaba ini akan dimulai pada akhir tahun depan.
"Kami mulai syuting pada bulan Desember, jika saya bisa memenuhi permintaan pihak studio," ujar Diesel dalam acara yang digelar di Los Angeles, Senin (17/8), seperti dilansir Variety.
Fast Forever direncanakan tayang di bioskop pada 17 Maret 2028. Film ini akan menjadi penutup dari waralaba yang telah berjalan selama lebih dari dua dekade dan meraup pendapatan kotor global mencapai US$7,3 miliar bagi Universal Pictures.
Empat Tahun Pengembangan Naskah dan Air Mata di Tengah Pembacaan
Diesel menceritakan momen emosionalnya saat membaca naskah Fast Forever beberapa minggu lalu. Ia mengaku melibatkan empat tim penulis berbeda selama empat tahun untuk menyempurnakan cerita penutup ini.
"Saya akan menceritakan sesuatu yang pribadi kepada kalian. Setelah melibatkan empat penulis berbeda dan empat tahun pengembangan, saat saya membaca naskah itu—baru sampai pertengahan—satu tetes air mata jatuh," kata Diesel kepada penonton sebelum film diputar.
"Di akhir naskah yang kami susun dan upayakan sebaik mungkin demi kalian selama empat tahun itu, saya menangis. Saya tidak bisa menahannya, dan saya harus menceritakannya kepada semua orang," lanjutnya.
Diesel juga menceritakan respons keluarganya saat melihatnya menangis. "Lalu saudara perempuan saya berkata, 'Jangan menangis lagi, Bro.' Jadi, saya hanya ingin mengatakan bahwa terkadang, pria paling tangguh di dunia pun perlu menangis."
Sutradara Belum Baca Naskah, Tapi Jamin Ending Spektakuler
Meski Diesel sangat yakin dengan draf terbaru Fast Forever, sutradara Louis Leterrier justru mengaku belum membaca naskah tersebut. Leterrier, yang sebelumnya menyutradarai Fast X (2023), menyampaikan hal ini dalam wawancara terpisah dengan Polygon.
"Saya ingin sekali mengatakan yang sebenarnya, tetapi saya tidak bisa. Akan ada akhir cerita, dan itu luar biasa," kata Leterrier.
"Saya sangat, sangat beruntung bisa menjadi bagian dari waralaba ini; saya menyayangi Vin dan Universal. Mereka sangat menyenangkan untuk diajak bekerja sama. Jadi, ya. Kita lihat saja nanti, semoga saja."
Fast Forever menjadi proyek penutup dari waralaba yang telah melahirkan sepuluh film utama sejak 2001. Universal Pictures menjadikan Fast & Furious sebagai waralaba terlama sekaligus paling menguntungkan yang pernah mereka produksi, dengan basis penggemar besar di berbagai negara termasuk Indonesia.